English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Pages

let us build peace and friendship with insight

ASSALAMU"ALAIKUM WR.WB
SALAM SEJAHTERA
NEWBIE BLOGGER
Sebelum dan sesudah kunjumgan anda diblog ini,saya sebagai author mengucapkan banyak terima kasih.
Saya bangun free blog ini adalah sebagai catatan ,menambah wawasan dan belajar untuk diri saya.Dan semoga juga bermanfaat buat pengunjung dan pembaca semua.
Blog ini jauh dari sempurna.
Sungguh suatu kehormatan buat saya,bilamana pengunjung bersedia membagikan ilmu dan wawasan demi proses pembelajaran diri saya.
Sedikit banyak posting dan article saya ambil dari Simbah google,dan apabila membuat ketidaknyamanan pengunjung,blogger,dll atas copy paste yang terdapat di blog saya ini,mohon kesediaan memakluminya.

@ 2012 Dhanalova Corporation

" Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah "

@ 2012 Dhanalova Corporation

" Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak "

@ 2012 Dhanalova Corporation

" Pahlawan bukanlah orang yang berani menetakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya dikala ia marah "

@ 2012 Dhanalova Corporation

" Jika orang berpegang pada keyakinan, maka hilanglah kesangsian. Tetapi, jika orang sudah mulai berpegang pada kesangsian, maka hilanglah keyakinan "

Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Desember 2011

Al-Furqon Al-Haq,Al-Quran Palsu Buatan Amerika


Inilah Al-Quran Palsu Bernama Al-Furqon Al-Haq
Beritahu kepada seluruh teman-teman tentang Al-Qur’an palsu yang diberi nama Al-Furqon Al-Haq yang pertama kali dicetak dan diterbitkan dinegara muslim iaitu Kuwait dan Iraq. yang disebarkan dan dicetak oleh Amerika dan saudaranya iaitu Israel.

Al-Qur’an palsu (Al-Furqon Al-Haq) yang diterbitkan dalam bahasa arab dan telah diterjemahkan kedalam bahasa inggris itu memiliki 77 surat buatan dalam 366 halaman, diantara nama-namanya adalah : Al-Fatihah, An-Nur, As-Salam, Al-Mahabbah, Al-Masih, Ats-Tsalluts, Al-Mariqin, Az-Zina, Al-Makirin, Ar-Ruat, Al-Injil, Al-Asatir, Al-Kafirin, At-Tanzil, At-Tahrif, Al-Jannah, Al-Adha, Al-Abas, Asy-Syahid.

الفاتحة، النور، السلام, المحبة، المسيح، الثالوث، المارقين، الصَّلب، الزنا، الماكرين، الرعاة، الإنجيل، الأساطير، الكافرين، التنزيل، التحريف، الجنة، الأضحى، العبس، الشهيد

Dengan menggunakan basmalah yang membingungkan yang menggabungkan 3 agama, Islam, Kristian dan Yahudi. inilah basmalahnya :

بسم الأب الكلمة الروح الإله الواحد الأوحد مثلث التوحيد موحد التثليث ما تعدد

Artinya : “dengan nama bapak kalimat ruh tuhan yang esa tiga dalam satu satu dalam tiga yang berbeda-beda”

Dan inilah contoh ayat-ayat dalam al-qur’an palsu itu :

* Dalam surat Al-Muftarah :

يا أيها الناس لقد كنتم أمواتا فأحييناكم بكلمة الإنجيل الحق، ثم نحييكم بنور الفرقان الحق

Artinya : “wahai manusia sungguh kamu telah mati dan kami hidupkan kembali dengan kalimat injil al-haq kemudian kami hidupkan (kembali) dengan cahaya al-furqon al-haq”.

* Dalam surat Al-Masih :

وزعمتم بأن الإنجيل محرف بعضه فنبذتم جُلَّه وراء ظهوركم

Artinya : “dan kalian mengira bahwa al-injil itu telah dirubah (palsukan) sebagiannya dan kemudian kalian mengingkarinya dibelakang punggung-punggung kalian.”

وقلتم: آمنا بالله وبما أوتي عيسى من ربه، ثم تلوتم منكرين، ومن يبتغ غير ملتنا دينا فلن يقبل منه، وهذا قول المنافقين

Artinya : “dan kalian mengatakan : kami telah beriman dengan Allah dan apa-apa yang diturunkan Musa dari Tuhannya kemudian kalian mengingkarinya, dan barang siapa yang menjadikan selain dari agama kami sebagai agamanya maka tidak akan diterima darinya dan inilah perkataan orang-orang munafiq.”

mohon di sebarluaskan..!!
Dan ini semua ternyata ayat-ayat palsu buatan Amerika dan musuh-musuh Islam yang lainnya.

Ciri-ciri Rumah Yang Sering Dikunjungi Malaikat

Alangkah senangnya bila malaikat sering mengunjungi rumah kita. Pastilah para malaikat berkunjung sambil membawa berkah tentram, aman, dan nyaman di dalam rumah-rumah yang malaikat kunjungi. Tapi, rumah seperti apakah yang dikunjungin oleh para malaikat itu? Tidak semua rumah tentu. Ada kriteria tertentu untuk sebuah rumah yang seringnya malaikat kunjungi, yaitu :

1. Rumah yang dipenuhi dzikir oleh penghuninya, didalamnya terdapat pula sujud dan rukuk

2. Rumah yang selalu bersih

3. Rumah yang dihuni oleh hamba-hamba yang jujur dan menepati janji

4. Rumah yang dihuni orang-orang yang menyambung tali persaudaraan, silaturahmi

5. Rumah yang dihuni oleh orang yang makan makanan halal

6. Rumah yang penghuninya berlaku baik kepada orangtuanya

7. Rumah yang di dalamnya terdengar tilawah Al-quran

8. Rumah yang penghuninya adalah penuntut ilmu yang tidak pernah menyerah

9. Rumah yang di dalamnya ada seorang isteri soleh

10. Rumah yang di dalamnya tidak ada barang-barang haram

11. Rumah yang dihuni hamba-hamba yang tawakal, sabar, rendah hati, dermawan, qanaah, pemaaf, bersih hati dan tidak berlebihan dalam makan

Semoga rumah kita memiliki ciri-ciri di atas. Jika belum, mulai sekarang untuk melengkapi rumah kita dengan ciri-ciri di atas. Agar senantiasa para malaikat senang berkunjung ke rumah kita. Amin.

Permintaan Iblis yang Dikabulkan Allah. Ngeri!

Alkisah Rasulallah sedang berbicara kepada iblis dan bertanya apa saja permintaan iblis yang sampai saat ini dikabulkan Allah SWT.

Ada 10 permintaan iblis yang dikabulkan Allah.

Apa saja?

“Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”
“10 macam”
“Apa saja?”

1. Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan.

Allah berfirman,
“Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)

“Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

2. Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

3. Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.

4. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.

5. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

6. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.

7. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

8. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.

Allah swt berfirman,
“Orang -orang boros adalah saudara – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27).

9. Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.

10. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.
Allah menjawab, “silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.
Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.”

Iblis berkata : “Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.
Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!!
Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.

Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”

Rasulullah SAW lalu membaca ayat :
“Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 – 119)

juga membaca,
“Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata:
“Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”

maka kita harus berhati-hati dengan segala tipu daya iblis...

Kamis, 01 Desember 2011

Campuran Dalam Air Mani

Cairan yang disebut mani tidak mengandung sperma saja. Cairan ini justru tersusun dari campuran berbagai cairan yang berlainan. Cairan-cairan ini mempunyai fungsi-fungsi semisal mengandung gula yang diperlukan untuk menyediakan energi bagi sperma, menetralkan asam di pintu masuk rahim, dan melicinkan lingkungan agar memudahkan pergerakan sperma.

Yang cukup menarik, ketika mani disinggung di Al-Qur'an, fakta ini, yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern, juga menunjukkan bahwa mani itu ditetapkan sebagai cairan campuran:

إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا

Artinya : "Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, lalu Kami beri dia (anugerah) pendengaran dan penglihatan." (QS Al-Insan : 2)

Di ayat lain, mani lagi-lagi disebut sebagai campuran dan ditekankan bahwa manusia diciptakan dari "bahan campuran" ini:

الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنْسَانِ مِنْ طِينٍ # ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ

Artinya : "Dialah Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakan manusia dari tanah liat. Kemudian Ia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina." (QS As-Sajdah : 7-8)

Kata Arab "sulala", yang diterjemahkan sebagai "sari", berarti bagian yang mendasar atau terbaik dari sesuatu. Dengan kata lain, ini berarti "bagian dari suatu kesatuan". Ini menunjukkan bahwa Al Qur'an merupakan firman dari Yang Berkehendak Yang mengetahui penciptaan manusia hingga serinci-rincinya. Yang Berkehendak ini ialah Pencipta manusia.

Peristiwa Masa Depan dalam Al Qur'an

Sisi keajaiban lain dari Al Qur'an adalah ia memberitakan terlebih dahulu sejumlah peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang. Ayat ke-27 dari surat Al Fath, misalnya, memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman bahwa mereka akan menaklukkan Mekah, yang saat itu dikuasai kaum penyembah berhala:

"Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rosul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui, dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat." (Al Qur'an, 48:27)

Ketika kita lihat lebih dekat lagi, ayat tersebut terlihat mengumumkan adanya kemenangan lain yang akan terjadi sebelum kemenangan Mekah. Sesungguhnya, sebagaimana dikemukakan dalam ayat tersebut, kaum mukmin terlebih dahulu menaklukkan Benteng Khaibar, yang berada di bawah kendali Yahudi, dan kemudian memasuki Mekah.

Pemberitaan tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa depan hanyalah salah satu di antara sekian hikmah yang terkandung dalam Al Qur'an. Ini juga merupakan bukti akan kenyataan bahwa Al Qur'an adalah kalam Allah, Yang pengetahuan-Nya tak terbatas. Kekalahan Bizantium merupakan salah satu berita tentang peristiwa masa depan, yang juga disertai informasi lain yang tak mungkin dapat diketahui oleh masyarakat di zaman itu. Yang paling menarik tentang peristiwa bersejarah ini, yang akan diulas lebih dalam dalam halaman-halaman berikutnya, adalah bahwa pasukan Romawi dikalahkan di wilayah terendah di muka bumi. Ini menarik sebab "titik terendah" disebut secara khusus dalam ayat yang memuat kisah ini. Dengan teknologi yang ada pada masa itu, sungguh mustahil untuk dapat melakukan pengukuran serta penentuan titik terendah pada permukaan bumi. Ini adalah berita dari Allah yang diturunkan untuk umat manusia, Dialah Yang Maha Mengetahui.

Penciptaan Yang Berpasang-Pasangan


بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين, وصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد

Allah berfirman :

سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

"Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui." (QS Yaasiin : 36)

Meskipun gagasan tentang "pasangan" umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan "maupun dari apa yang tidak mereka ketahui" dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut "parité", menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:

"…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat."

Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui ledakan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian "dikirim ke bumi", persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur'an diturunkan. (Henning Genz – Nothingness: The Science of Empty Space, s. 205)

Tahapan Syar'i Menuju Pernikahan Islami



Sebagai suatu aktifitas ibadah -meskipun tidak mahdloh-, pernikahan seharusnya dilakukan sesuai dengan tuntunan Rosul -sholallahu 'alaihi wasallam-, dan hal ini bukan hanya terbatas saat rumah tangga itu telah terwujud namun juga saat proses rumah tangga itu hendak di wujudkan, karena islaminya rumah tangga tidak hanya dinilai saat seorang laki-laki dan perempuan yang telah sah sebagai suami-istri menjalani kehidupan rumah tangga mereka, namun juga ditentukan bagai mana proses yang mereka berdua lalui untuk menjadi suami-istri.

Berikut adalah urutan tahapan yang dituntunkan syari'at islam menuju terwujudnya suatu pernikahan:

1. jika seorang laki-laki muslim hendak menikah, ia pertama kali mencari
tahu siapa orang tua muslim yang memiliki anak gadis yang sudah mencapai usia layak nikah, tahapan ini bisa juga melalui meminta bantuan orang lain untuk mencarikanya.

2. Selanjutnya ia mendatangi wali dari wanita yang hendak di nikahinya tersebut untuk melakukan nadhor yaitu melihat wanita yang hendak di pinangnya, ia boleh melihat wajah dan kedua tangan wanita tersebut, yang disebut tangan adalah dari pergelangan tangan sampai ujung jari. dan ini harus di sertai wali perempuan tersebut.

3. kemudian laki-laki itu akan mempertimbangkan, apakah ia jadi mengajukan pinangan ataukah tidak, tentu setelah ia beristikhoroh dan memperhatikan hasil nadhornya, perlu juga diketahui bahwa nadhor bukan sekedar melihat saja namun juga boleh mengajukan pertanyaan-pertanyaan agar tidak ada hal-hal urgensif yang tidak jelas, tentang wanita tersebut.

4. Jika kemudian laki-laki itu jadi mengajukan pinangan, maka sekarang
menjadi hak perempuan itu dengan dibimbing oleh walinya untuk meneliti laki-laki yang meminanagnya tersebut, selanjut perempuan itulah yang memutuskan apakah ia menerima ataukah menolak lamaran laki-laki itu, jika ia menerima maka ada 2 pilihan, menerima tanpa syarat atau menerima dengan syarat tertentu.

5. Jika wanita itu menerimanya dengan syarat tertentu, maka selanjutnya tergantung laki-laki tersebut, jika ia menerima syarat tersebut maka jadilah pernikahan itu dan jika ia keberatan maka batal lah pernikahan tersebut (dalam hal ini laki2 boleh menawar syarat yang di ajukan wanita itu dan wanita boleh juga berkompromi tentang syrat yang diajukanya).

6. Jika keduanya telah mencapai kata sepakat, selanjutnya dilangsungkan akad, yang dihadiri minimal 2 orang saksi adil, dan disunnahkan mengadakan walimahan yaitu membuat makanan khusus kemudian mengundang orang banyak untuk hadir menyantapnya, walimahan ini bertujuan agar yang hadir ikut mempersaksikan bahwa si fulan dan fulanah telah sah sebagai suami istri, sehingga tidak ada fitnah atau kecurigaan atas hubungan mereka berdua dari lingkungan tempat tinggal mereka.

Ditulis oleh : Nukman Arif, PonPes Al-Ikhlash, Lamongan

Jadilah Pengantin Baru Seumur Hidup




Allah -ta'ala- berfirman :

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَآئِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ عَلِمَ اللّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ فَالآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُواْ مَا كَتَبَ اللّهُ لَكُمْ
 Artinya: "Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu". (QS. Al-Baqoroh [2]:187)

Ayat tersebut di atas adalah ayat populer yang sering dibaca, dikutip dan dikaji ketika akan datang dan selama bulan Ramadhan. Ayat tersebut menerangkan tentang beberapa aturan ketika berada di bulan Ramadhan. Salah satu aturan tersebut adalah dihalalkannya seorang suami melakukan hubungan badan dengan istrinya kapanpun di sepanjang malam hingga terbit fajar. Sebelum ayat ini turun, batas akhir boleh menggauli istri adalah masuk waktu Isya' atau saat tidur sebelum masuk waktu Isya'. Tentu ini sangat berat bagi para sahabat Rasulullah, dan tentu juga bagi siapa saja. Oleh karena itu Allah -ta'ala- menurunkan ayat tersebut.

Yang menjadi fokus dalam tulisan ini adalah kata “Libas” yang tersebut dalam ayat tersebut. Dalam ayat tersebut Allah -ta'ala- menyebut bahwa suami adalah Libas bagi istrinya dan istri juga adalah Libas bagi suaminya. Kata “Libas” mempunyai arti penutup tubuh (pakaian), pergaulan, ketenangan, ketentraman, kesenangan, kegembiraan dan kenikmatan.

Penutup Aib dan Perhiasan

Fungsi pakaian adalah untuk menutup aurat tubuh (lihat QS.7:26). Suami istri adalah pakaian bagi pasangannya. Dengan demikian, suami istri adalah penutup "aurat" (baca: aib) bagi pasangannya. Fungsi pakaian juga sebagai perhiasan (lihat QS.7:26). Perhiasan adalah sesuatu yang indah dan berharga. Dengan memiliki dan atau memandang perhiasan mendatangkan kesenangan, kepuasan dan kebahagiaan. Suami adalah perhiasan bagi istrinya dan istri adalah perhiasan bagi suami. Suami indah dilihat istri dan juga sebaliknya. Suami merasa berharga bagi istrinya, dan pada saat yang sama suami menghargai istrinya. Demikian pula sebaliknya.

Allah berfirman yang artinya: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran [3]:14)

Sumber Ketentraman dan Kesenangan

Suami adalah sumber ketentraman bagi istrinya. Istri juga adalah sumber ketentraman bagi suaminya. Masing-masing merasa tentram dengan adanya pasangan dan dari pasangannya. Serta masing-masing berusaha membuat tentram pasangannya.

Allah berfirman yang artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS.Ar-Ruum [30]:21)

Suami adalah sumber kesenangan bagi istri. Begitu juga istri adalah sumber kesenangan bagi suami.

Allah berfirman yang artinya: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran[3]:14)

Allah berfirman yang artinya: “Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS.Al-Furqaan [25]:74)

Di dalam kedua ayat tersebut, Allah -ta'ala- berfirman dengan menyebutkan kata “wanita” dan “istri” saja, tidak menyebutkan kata “pria” dan “suami”. Seolah-olah dua ayat tersebut hanya ditujukan dan berlaku untuk pria dan suami. Meskipun kata “pria” dan “suami” tidak disebutkan, kedua ayat di atas juga ditujukan dan berlaku bagi para wanita dan istri, sehingga bisa dipahami juga sebagai berikut:

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: pria-pria ….”

“Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami suami-suami kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami)…”

Suami merasa senang, gembira, puas, bahagia dan nikmat terhadap istrinya dari sikap, perilaku, kata-kata, ekspresi, penampilan dan pelayanan istrinya ketika berhubungan dengan istrinya dalam segala aktivitas sehari-hari. Pada saat yang sama suami juga harus membuat istrinya merasa senang, gembira, puas, bahagia dan nikmat terhadap dirinya dari sikap, perilaku, kata-kata, ekspresi, penampilan dan pelayanannya dalam setiap kesempatan dan aktivitas rumah tangga (bukan hanya ketika membutuhkannya saja dan bukan hanya ketika di atas ranjang saja). Demikian juga sebaliknya, istri merasakan hal yang sama terhadap suaminya dan berbuat hal yang sama kepada suaminya.

10 Tips Sukses Menjadi Libas bagi Pasangan

1. Selalu mendengar dengan segenap dan setulus hati setiap kata yang diekspresikan oleh pasangan.
2. Selalu ramah, mesra, bermuka manis dan tersenyum di hadapan pasangan.
3. Berdandan, berpenampilan rapi dan berbau harum untuk pasangannya baik ketika berada di dalam maupun di luar rumah. Bukan istri saja yang wajib melakukan ini, namun suami juga harus mewajibkan dirinya.
4. Menenangkan hati pasangan ketika dia merasa emosional dan ketika menghadapi ketegangan, kecemasan dan ketakutan; dan menghibur hati pasangan ketika dia kecewa, bersedih hati, sakit hati dan sakit fisiknya
5. Biasakan mengucapkan "4 Kata Ajaib: Terima kasih, Maaf, Permisi dan Tolong" kepada pasangan pada setiap saat dan kesempatan di mana kata-kata tersebut patut dan perlu untuk diucapkan.
6. Melayani keperluan pasangan dengan senang dan ringan hati, ringan tangan, ringan kaki dan segera. Segera kerjakan jika dalam keadaan-keadaan yang memungkinkan. Malas dan ogah-ogahan bukan termasuk di dalamnya. Bukan istri saja yang harus melayani suami. Suami juga harus melayani istri meskipun istri tidak dalam keadaan darurat seperti sakit, mengandung dan melahirkan.
7. Tanyakan kabar dan perasaan pasangan meskipun tidak sedang berjauhan.
8. Ungkapkan rasa cinta dan kasih sayang anda kepada pasangan dengan sikap dan perilaku seperti bergandengan tangan ketika berjalan kaki bersama dan menciumnya meskipun ketika tidak ada dorongan nafsu, dengan kata-kata seperti "Aku cinta/sayang kamu", dan dengan memanggilnya dengan nama panggilan yang indah serta dengan cara yang lemah lembut dan mesra.
9. Memuaskan pasangan dalam berhubungan badan dengan melakukan segala hal yang diperlukannya sesuai dengan tuntunan Islam.
10. Tidak menceritakan hubungan badan mereka kepada orang lain. Tidak menceritakan aib yang dimiliki pasangan berupa kekurangan, kelemahan, kesalahan dan hal-hal negatif lainnya kepada orang lain (kecuali kepada hakim ketika bersaksi di pengadilan, kepada dokter untuk tujuan pengobatan dan kepada kyai, ustadz, psikiater atau konsultan untuk tujuan konsultasi). Juga tidak mencari-cari, mengingat-ingat, serta mengungkit-ungkit atau menyebut aib yang dimiliki pasangan kepada pasangan.

Jadilah Libas bagi pasangan (baca: suami atau istri) anda sesuai dengan tuntunan Allah -ta'ala-. Untuk itu jadilah "Pengantin Baru" selama hayat masih dikandung badan karena mengharap dan demi menggapai ridho Allah -ta'ala-. Lakukan tips di atas terus menerus meskipun sudah bukan pengantin baru lagi di mana pada saat-saat itu dalam hati sudah timbul rasa "biasa" dan tidak "luar biasa" terhadap pasangan dan kehidupan rumah tangga.

Masa-masa ketika sudah tidak lagi menjadi pengantin baru adalah masa-masa ujian. Ini yang (memang) sulit dan berat. Dibutuhkan kemauan yang kuat dan perjuangan yang berat untuk selalu menjadi “Pengantin Baru”. Sangat wajar dan alami jika ketika awal-awal mencoba melakukan tips di atas terasa aneh, merasa canggung dan malu. Namun jika dibiasakan, lama-lama akan menjadi bisa, menjadi biasa dan menjadi kebiasaan. Lain halnya ketika masih menjadi pengantin baru terutama ketika masa bulan madu, tanpa diajari dan disuruhpun, hal tersebut bisa, mudah, ringan dan otomatis dilakukan.

Wahai para suami! Wahai para istri! Sudahkah hari ini anda menjadi Libas bagi pasangan anda? Sudahkah hari ini anda berniat dan berkeinginan untuk menjadi Libas bagi belahan jiwa anda hingga nafas terakhir? Wahai para calon pengantin! Sudahkah hari ini anda berniat dan berkeinginan kelak akan menjadi Libas bagi pendamping hidup anda sejak malam pertama hingga malam terakhir (ketika maut menjemput)? Semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pengantin lama, pengantin baru dan calon pengantin demi meraih kehidupan rumah tangga SAMARA (Sakinah Mawaddah wa Rahmah). Amin. Wallahu a’lam bishshowab.

Penulis : Abdullah al-Mustofa

Jika Anak Bertanya Tentang Tuhan



Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi "tak mau tahu" alias ignoran). Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang Tuhan. Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan mahapenting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik.

Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:

Tanya 1: "Bu, Tuhan itu apa sih?"

Jawablah:

"Nak, Tuhan itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, katak, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu." (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

Tanya 2: "Bu, bentuk Tuhan itu seperti apa?"

Jangan jawab begini:

"Bentuk Tuhan itu seperti anu ..ini..atau itu...." karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.

Akan tetapi jawablah begini:

"Adek tahu kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing, semuanya. nah, bentuk Tuhan itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Tuhan itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan." (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya : "(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat." (QS Asy-Syuraa : 11)

Tanya 3: "Bu, kenapa kita gak bisa lihat Tuhan?
{Bagian ini ditambahkan setelah berdiskusi Miss VogueChica-saudari kita dari Negeri Jiran, Malaysia.}

Jangan jawab begini:

Karena Tuhan itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Jawaban bahwa Tuhan itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Al-Hadid (57) ayat 3 :

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Artinya : "Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."

Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Tuhan dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Tuhan itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.

Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) "barang" dan "sesuatu" yang ditujukan pada Tuhan. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syuraa di atas bahwa Allah itu "Allah itu bukan sesuatu;" "tidak sama dengan sesuatu;" melainkan Pencipta segala sesuatu.

Jawablah begini:

"Mengapa kita tidak nampak Allah?"
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris )
"Adik bisakah melihat matahari yang terang itu langsung? Tidak 'kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah, melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi, bagaimana kita melihat Pencipta matahari itu. Iya 'kan?!"

Atau bisa juga beri jawaban:

Adek, lihat langit yang luas dan 'besar' itu 'kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit 'kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita shalat. Allah Mahabesar.

Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek 'kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari adek setelah itu?

Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. "Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara."

Jangan jawab begini:

"Nak, Tuhan itu ada di atas. atau di surga."
Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Tuhan. berarti prinsip Allahu Akbar itu bohong?

Juga jangan jawab begini:

"Nak, Tuhan itu ada di mana-mana."
Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Tuhan itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.

Jawablah begini:

"Nak, Tuhan itu dekat dengan kita. Tuhan itu selalu ada di hati setiap orang yang shaleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Tuhan selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada."

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Artinya : "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS Al-Baqarah : 186)

Tanya 5: "Bu, kenapa kita harus nyembah Tuhan?"

Jangan jawab begini:

"Karena kalau kamu tidak menyembah Tuhan, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Tuhan, kamu akan dimasukkan ke surga."

Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Tuhan, bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka, "Masak sama Tuhan kayak dagang aja! Yang namanya Tuhan itu berarti butuh penyembahan! Tuhan kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!"

وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ‌ۚ

Artinya : "Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada." (QS Al-Hadid : 4)

وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ

Artinya : "Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah." (QS Al-Baqarah : 115)

"Tuhan sering lho bicara sama kita. misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan. nah, itulah bisikan Tuhan untukmu, Sayang." (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

وَٱللَّهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ

Artinya : "Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus." (QS Al-Baqarah : 213)

"Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya." (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)

Jawablah begini:

"Nak, kita menyembah Tuhan sebagai wujud bersyukur karena Tuhan telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi. kalau mesti bayar, 'kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.

Kalau Adek gak nyembah Tuhan, Adek yang rugi, bukan Tuhan. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru." (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ

Artinya : "Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam." (QS Al-Ankabut : 6)

Katakan juga pada anak:

"Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Tuhan, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?! (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

"Kenapa, Bu?"

"Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Tuhan tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Tuhan selalu ada untuk kamu. Nanti, Tuhan juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu."

"Dan mulai sekarang rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti bisa mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Tuhan." (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

Pentingnya pendidikan dini sejak dalam kandungan

Sebelum ilmuwan Barat menemukan dan menyarankan para ibu hamil agar memperdengarkan musik klasik untuk meningkatkan IQ janin yang sedang dikandungnya, tradisi muslim sudah melakukan hal serupa. Para orang tua muslim yang sedang menunggu momongan lahir dianjurkan untuk lebih rajin mengaji atau memperdengarkan rekaman resitasi al-Quran.

Seorang arif billah berkata pada saya, sebenarnya adanya hukum tajwid dalam Quran, selain untuk tujuan akurasi pelafalan (tartil), juga merupakan alunan nada Yang Qadim. Dengarkan dengan saksama sambil tafakur tanpa berpikir apa-pun dan tanpa hati berbisik-bisik apa pun. Dengarkan dengan syir hati, kata beliau. Mencerdaskan akal dan hati sehingga tersingkirlah kegelapan syirik dalam diri. Allahua'lam.

Kesalahan orang tua muslim masa kini adalah lebih sibuk mencarikan les-les bahasa Inggris, matematika, atau piano. Mereka bangga anaknya sudah bisa bahasa Inggris atau nilai matematikanya bagus. Mereka tidak prihatin atau sedih kalau anak-anaknya belum mengenal huruf-huruf hijaiyyah. huruf-huruf yang mengantarkan anak-anak juga orang tuanya pada keridhaan dan kasih sayang Tuhan di dunia dan di akhirat.

Ya Allah, jika kini Engkau belum karuniai kami keturunan, maka karuniailah kami dan karuniai juga atas kami kemampuan untuk menjaga amanat-Mu ini sehingga keturunan kami menjadi insan-insan yang Engkau ridai. Amin.

Allahua'lam.

Penulis : Muxlimo
Sumber : http://muxlimo.blogspot.com/

Rabu, 16 November 2011

Setiap perkara mempunyai kunci untuk membukanya

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

Segala puji bagi Allah, Dzat yang Maha Rahman dan Rahim, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sholawat serta salam kita haturkan kepada Rosulullah Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, para shahabat dan orang-orang yang setia mengikuti sunnah beliau hingga akhir hayatnya.

Wa ba’du

Al-Imam Ibnul Qoyyim Rahimahullah berkata:

“Sesungguhnya Allah SWT telah menjadikan bagi segala sesuatu KUNCI untuk membukanya.

Allah SWT menjadikan KUNCI pembuka shalat adalah bersuci sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ‘Kunci shalat adalah bersuci’,

Allah SWT menjadikan KUNCI pembuka haji adalah ihram,

KUNCI kebajikan adalah kejujuran,

KUNCI syurga adalah tauhid,

KUNCI ilmu adalah bagusnya bertanya dan mendengarkan,

KUNCI kemenangan adalah kesabaran,

KUNCI ditambahnya nikmat adalah syukur,

KUNCI kewalian adalah mahabbah dan dzikir,

KUNCI keberuntungan adalah takwa,

KUNCI taufik adalah harap dan cemas kepada Allah ‘Azza wa Jalla,

KUNCI dikabulkan adalah doa,

KUNCI keinginan terhadap akhirat adalah zuhud di dunia,

KUNCI keimanan adalah tafakkur pada hal yang diperintahkan Allah, keselamatan bagi-Nya, serta keikhlasan terhadap-Nya di dalam kecintaan, kebencian, melakukan, dan meninggalkan,

KUNCI hidupnya hati adalah tadabbur al-Qur’an, beribadah di waktu sahur, dan meninggalkan dosa-dosa,

KUNCI didapatkannya rahmat adalah ihsan di dalam peribadatan terhadap Khaliq dan berupaya memberi manfaat kepada para hamba-Nya,

KUNCI rezeki adalah usaha bersama istighfar dan takwa,

KUNCI kemuliaan adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya,

KUNCI persiapan untuk akhirat adalah pendeknya angan-angan,

KUNCI semua kebaikan adalah keinginan terhadap Allah dan kampung akhirat,

KUNCI semua kejelekan adalah cinta dunia dan panjangnya angan-angan.”

Wallahu a’lam bishshawab.

Orang - orang yang didoakan oleh para malaikat

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

Segala puji bagi Allah, Dzat yang Maha Rahman dan Rahim, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sholawat serta salam kita haturkan kepada Rosulullah Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, para shahabat dan orang-orang yang setia mengikuti sunnah beliau hingga akhir hayatnya.

Wa ba’du

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
3. Orang – orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjama’ah.
4. Orang – orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
5. Para malaikat mengucapkan Amin ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
7. Orang – orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah.
8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
9. Orang – orang yang berinfak.
10. Orang yang sedang makan sahur.
11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci‘”.
(Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia‘”.
(Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)
3. Orang – orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan”.
(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin `Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)
4. Orang – orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang – orang yang menyambung shaf – shaf”.
(Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)
5. Para malaikat mengucapkan Amin ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn‘, maka ucapkanlah oleh kalian aamiin, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu”.
(Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)
6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia‘”.
(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)
7. Orang – orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah.
Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat’”.
(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)
8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan‘”.
(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., Shahih Muslim no. 2733)
9. Orang – orang yang berinfak.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak‘. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit‘”.
(Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)
10. Orang yang sedang makan sahur.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang – orang yang sedang makan sahur”.
(Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)
11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh”.
(Imam Ahmad meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya shahih”)
12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain”.
(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Quoted from : blog.ar.or.id

Bila Jodoh Tak Kunjung Tiba

Sebagai orang beriman, salah satu hal yang harus kita yakini bahwa hanya Allah swt yang menentukan jodoh kita. Bahwa kita dilahirkan bersamaan dengan ketetapan jodoh yang terbaik menurut Allah swt. Di dalam doa-doa kita, khususnya bagi yang belum menikah, selalu terungkap doa agar Allah swt menyegerakan jodoh di dunia yang fana ini. Lalu bagaimana jika jodoh tak kunjung tiba? Padahal hampir setiap saat, kita selalu memintanya kepada Allah swt, Sang Maha Kaya dan Pencipta segala sesuatu. Tapi mengapa jodoh tetap tak kunjung datang?

Kalau sudah begini, jangan pernah sekalipun terlintas dalam pikiran kita, untuk berprasangka buruk kepada Allah swt. Na’udzubillah min dzaalik. Justru, kita harus instropeksi pada diri sendiri. Sudahkah kita melakukan ikhtiar untuk menjemput jodoh yang sesuai dengan cara-cara Rasulullah saw? Berikut beberapa nasehat tentang jodoh yang tak kunjung tiba dari Ust. Ihsan Hakim

1. Niat yang Baik

Niat yang baik maksudnya jika hendak melakukan sesuatu, tidak cukup hanya sekedar niat. Tetapi harus diikuti dengan langkah-langkah atau perbuatan yang akan mewujudkan niat tersebut. Jadi, kalau memang kita ingin menjemput jodoh, maka lakukanlah perbuatan-perbuatan yang berkaitan dengan hal itu. Salah satunya, mencari ilmu tentang jodoh atau misalnya menabung untuk biaya pernikahan.

2. Mengubah Pemahaman

Selama ini ikhwan memiliki hasrat untuk menjemput jodoh. Bagaimana kalau jodoh yang mencari ikhwan? Begitu juga dengan akhwat, yang memiliki kecenderungan menunggu jodoh. Ternyata tidak ada salahnya kalau akhwat berinisiatif menjemput jodoh. Ikhwan yang ingin jodoh menjemput dirinya, maka harus melakukan perbaikan diri, seperti meningkatkan keilmuan dan keshalihan. Begitu juga dengan akhwat yang ingin menjemput jodoh. Salah satunya adalah menabung. Karena jaman sekarang tidak hanya ikhwan yang wajib menanggung beban biaya pernikahan. Tapi akhwat juga punya tanggung jawab. Kita tahu bagaimana, Siti Khadijah yang tertarik lebih dulu kepada Muhammad. Waktu itu beliau belum mendapat tugas kerasulan. Tapi karena keluhuran akhlaknya, maka Khadijah pun ingin menjadikan Muhammad sebagai suaminya. Soal biaya, jelas Khadijah mampu karena dia seorang janda yang kaya raya. Kondisi sekarang, ikhwan banyak yang sudah siap secara fisik dan keilmuan, tapi dana belum mencukupi. Karena itu tidak ada salahnya kalau akhwat juga menabung dan turut menanggung biaya pernikahan.

3. Meminta bantuan orangtua, keluarga atau orang lain.

Selama ini orangtua selalu menanyakan kapan kita akan menikah. Sekarang kita balik dengan meminta orangtua untuk mencarikan jodoh buat kita. Bisa juga meminta bantuan saudara, atau teman. Tentunya mereka yang dimintai bantuan sudah paham dengan kriteria jodoh yang kita inginkan. Atau, kita membantu orang lain untuk menjemput jodoh. Karena ada hadits yang menyatakan, muslim yang baik adalah yang bermanfaat bagi muslim lainnya. Insya Allah dengan banyak membantu orang lain untuk menjemput jodohnya, maka Allah swt akan menyegerakan bertemu dengan jodoh kita.

4. Berdoa

Kalau selama ini kita sering berdoa untuk kebaikan diri sendiri, maka cobalah untuk mendoakan orang lain. Doakan orang lain agar dimudahkan untuk menjemput jodohnya. Karena jika seseorang mendoakan orang lain, yang orang tersebut tidak mengetahui kalau dirinya didoakan, maka para malaikat akan mendoakan hal yang sama untuk orang yang mendoakan.

5. Tawakal

Serahkan segalanya kepada Allah swt. Tawakal itu harus berkhusnuzhon kepada Allah swt. Ada dua kehendak Allah yang harus kita yakini. Kehendak qauniyah dan syar’i. Pada dasarnya, Allah swt menghendaki kita menikah. Karena menikah merupakan perbuatan baik. Tidak mungkin Allah menjerumuskan kita kepada hal-hal yang tidak baik. Tapi kehendak qauniyah kita sendiri membuat kita malas, tidak membuka diri, ada yang datang tapi kita menolak. Inilah kehendak qauniyah kita.
Ketika kita sudah sangat berhati-hati menaiki atap rumah namun akhirnya terjatuh juga, maka ini adalah kehendak syar’i Allah swt. Tapi ketika kita tidak berhati-hati lalu terjatuh, ini adalah kehendak qauniyah.
Kaitannya dengan menikah, kita sudah meniatkan untuk itu dan merasa sudah tawakal kepada Allah swt. Tapi ternyata, kita lebih sering tidak khusnuzhon kepada Allah swt. Padahal Allah swt selalu menginginkan segala kebaikan kepada kita. Hanya kita tidak menyikapi kebaikan Allah swt itu dengan baik.

6. Amalan

Puasa sunnah. Tapi jangan niat puasa sunnah untuk menjemput jodoh. Tetap niatkan untuk beribadah kepada Alah.
Sholat tahajjud dan banyak berdoa kepada Allah swt. Dibolehkan menyebutkan amalan-amalan yang sudah dilakukan dalam doa kita. Misal, Ya Allah semoga amal puasa yang sudah hamba lakukan, dapat menyegerakan jodoh yang terbaik menurut Engkau. Banyak Istighfar. Banyak berinfaq. Dan jangan pernah berputus asa. “Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila Dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa". (Qs. al-Israa:83)
Karena berputus asa akan membuat kita terputus dari rahmat Allah swt. Putus asa sering dipicu karena kita memiliki sedikit saja prasangka buruk kepada Allah swt. Misalnya, seorang akhwat sudah merasa Allah swt menjadikan dia perawan tua, karena hingga usia yang sudah cukup matang, jodoh masih tak kunjung tiba. Maka Allah pun menjadikannya seperti itu. Namun jika dia optimis, Allah swt pasti akan menolongnya.

Jadi intinya bagaimana kita menyikapi jodoh yang tak kunjung tiba adalah jangan pernah sedikit pun kita berprasangka buruk kepada Allah swt. Dalam hadits qudsi Allah swt berfirman, “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku”. [HR Muslim 4849]

Penulis : Ustadz Ihsan Hakim
Sumber : dtjakarta.or.id

Tanda husnul khatimah

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

Segala puji bagi Allah, Dzat yang Maha Rahman dan Rahim, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sholawat serta salam kita haturkan kepada Rosulullah Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, para shahabat dan orang-orang yang setia mengikuti sunnah beliau hingga akhir hayatnya.

Wa ba’du

Meninggalkan dunia yang fana ini dalam keadaan husnul khatimah merupakan dambaan setiap insan yang beriman, karena hal itu sebagai bisyarah, kabar gembira dengan kebaikan untuknya. Al-Imam Al-Albani rahimahullahu menyebutkan beberapa tanda husnul khatimah dalam kitabnya yang sangat bernilai Ahkamul Jana`iz wa Bida’uha. Berikut ini kami nukilkan secara ringkas untuk pembaca yang mulia, disertai harapan dan doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar kita termasuk orang-orang yang mendapatkan husnul khatimah dengan keutamaan dan kemurahan dari-Nya. Amin!

Pertama: Mengucapkan syahadat ketika hendak meninggal.
Dengan dalil hadits Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, ia menyampaikan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Siapa yang akhir ucapannya adalah kalimat ‘La ilaaha illallah’ ia akan masuk surga.” (HR. Al-Hakim dan selainnya dengan sanad yang hasan [1])

Kedua: Meninggal dengan keringat di dahi.
Buraidah ibnul Hushaib radhiyallahu ‘anhu ketika berada di Khurasan menjenguk saudaranya yang sedang sakit. Didapatkannya saudaranya ini menjelang ajalnya dalam keadaan berkeringat di dahinya. Ia pun berkata, “Allahu Akbar! Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Meninggalnya seorang mukmin dengan keringat di dahi.” (HR. Ahmad, An-Nasai, dll. Sanad An-Nasai shahih di atas syarat Al-Bukhari)

Ketiga: Meninggal pada malam atau siang hari Jum’at.
Dengan dalil hadits Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, beliau menyebutkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Tidak ada seorang muslimpun yang meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at, kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad, At-Tirmidz)

Keempat: Syahid di medan perang.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Dan janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati bahkan mereka hidup di sisi Rabb mereka dengan mendapatkan rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka dan mereka beriang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang mereka (yang masih berjihad di jalan Allah) yang belum menyusul mereka. Ketahuilah tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka bergembira dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah dan Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman. (Ali Imran: 169-171)

Dalam hal ini ada beberapa hadits:
1. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bagi orang syahid di sisi Allah ia beroleh enam perkara, yaitu diampuni dosanya pada awal mengalirnya darahnya, diperlihatkan tempat duduknya di surga, dilindungi dari adzab kubur, aman dari kengerian yang besar (hari kiamat), dipakaikan perhiasan iman, dinikahkan dengan hurun ‘in (bidadari surga), dan diperkenankan memberi syafaat kepada tujuh puluh orang dari kalangan kerabatnya.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad dengan sanad yang shahih)
2. Salah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan: Ada orang yang bertanya, “Wahai Rasulullah, kenapa kaum mukminin mendapatkan fitnah (ditanya) dalam kubur mereka kecuali orang yang mati syahid?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Cukuplah kilatan pedang di atas kepalanya sebagai fitnah (ujian).” (HR. An-Nasa`i dengan sanad yang shahih)

Kelima: Meninggal di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menyampaikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Siapa yang terhitung syahid menurut anggapan kalian?” Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, siapa yang terbunuh di jalan Allah maka ia syahid.” Beliau menanggapi, “Kalau begitu, syuhada dari kalangan umatku hanya sedikit.” “Bila demikian, siapakah mereka yang dikatakan mati syahid, wahai Rasulullah?” tanya para sahabat. Beliau menjawab, “Siapa yang terbunuh di jalan Allah maka ia syahid, siapa yang meninggal di jalan Allah maka ia syahid, siapa yang meninggal karena penyakit tha’un maka ia syahid, siapa yang meninggal karena penyakit perut maka ia syahid, dan siapa yang tenggelam ia syahid.” (HR. Muslim)

Keenam: Meninggal karena penyakit tha’un.
Selain disebutkan dalam hadits di atas juga ada hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tha’un adalah syahadah bagi setiap muslim.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang tha’un, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan kepadanya: “Tha’un itu adalah adzab yang Allah kirimkan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Maka Allah jadikan tha’un itu sebagai rahmat bagi kaum mukminin. Siapa di antara hamba (muslim) yang terjadi wabah tha’un di tempatnya berada lalu ia tetap tinggal di negerinya tersebut dalam keadaan bersabar, dalam keadaan ia mengetahui tidak ada sesuatu yang menimpanya melainkan karena Allah telah menetapkan baginya, maka orang seperti ini tidak ada yang patut diterimanya kecuali mendapatkan semisal pahala syahid.” (HR. Al-Bukhari)

Ketujuh: Meninggal karena penyakit perut, karena tenggelam, dan tertimpa reruntuhan.
Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Syuhada itu ada lima, yaitu orang yang meninggal karena penyakit tha’un, orang yang meninggal karena penyakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang meninggal karena tertimpa reruntuhan, dan orang yang gugur di jalan Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Kedelapan: Meninggalnya seorang ibu dengan anak yang masih dalam kandungannya.
Berdasarkan hadits Ubadah ibnush Shamit radhiyallahu ‘anhu. Ia mengabarkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan beberapa syuhada dari umatnya di antaranya: “Wanita yang meninggal karena anaknya yang masih dalam kandungannya adalah mati syahid, anaknya akan menariknya dengan tali pusarnya ke surga.” (HR. Ahmad, Ad-Darimi, dan Ath-Thayalisi dan sanadnya shahih)

Kesembilan: Meninggal dalam keadaan berjaga-jaga (ribath) fi sabilillah.
Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu menyebutkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Berjaga-jaga (di jalan Allah) sehari dan semalam lebih baik daripada puasa sebulan dan shalat sebulan. Bila ia meninggal, amalnya yang biasa ia lakukan ketika masih hidup terus dianggap berlangsung dan diberikan rizkinya serta aman dari fitnah (pertanyaan kubur).” (HR. Muslim)

Kesepuluh: Meninggal dalam keadaan beramal shalih.
Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu menyampaikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Siapa yang mengucapkan La ilaaha illallah karena mengharapkan wajah Allah yang ia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka ia masuk surga. Siapa yang berpuasa sehari karena mengharapkan wajah Allah yang ia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka ia masuk surga. Siapa yang bersedekah dengan satu sedekah karena mengharapkan wajah Allah yang ia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka ia masuk surga.” (HR. Ahmad, sanadnya shahih)

Kesebelas: Meninggal karena mempertahankan hartanya yang ingin dirampas orang lain.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang terbunuh karena mempertahankan hartanya maka ia syahid.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma)
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Datang seseorang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu bila datang seseorang ingin mengambil hartaku?” Beliau menjawab, “Jangan engkau berikan hartamu.” Ia bertanya lagi, “Apa pendapatmu jika orang itu menyerangku?” “Engkau melawannya,” jawab beliau. “Apa pendapatmu bila ia berhasil membunuhku?” tanya orang itu lagi. Beliau menjawab, “Kalau begitu engkau syahid.” “Apa pendapatmu jika aku yang membunuhnya?” tanya orang tersebut. “Ia di neraka,” jawab beliau. (HR. Muslim)

Keduabelas: Meninggal karena membela agama dan mempertahankan jiwa/membela diri.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Siapa yang meninggal karena mempertahankan hartanya maka ia syahid, siapa yang meninggal karena membela keluarganya maka ia syahid, siapa yang meninggal karena membela agamanya maka ia syahid, dan siapa yang meninggal karena mempertahankan darahnya maka ia syahid.” (HR. Abu Dawud, An-Nasa`i, dan At Tirmidzi dari Sa’id bin Zaid radhiyallahu ‘anhu dan sanadnya shahih)

Wallahu a’lam bishshawab.

1. Penghukuman hadits ini dari Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam kitab yang sama.
2. Satu pendapat menyebutkan bahwa tha’un adalah luka-luka semacam bisul bernanah yang biasa muncul di siku, ketiak, tangan, jari-jari dan seluruh tubuh, disertai dengan bengkak serta sakit yang sangat. Luka-luka itu keluar disertai rasa panas dan menghitam daerah sekitarnya, atau menghijau ataupun memerah dengan merah lembayung (ungu) yang suram. Penyakit ini membuat jantung berdebar-debar dan memicu muntah. (Lihat Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim, 14/425) Penjelasan lain tentang tha’un bisa dilihat dalam Fathul Bari, 10/222,223) -pent.

Quoted from : blog.ar.or.id

Kemaksiatan dan pengaruhnya

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

Segala puji bagi Allah, Dzat yang Maha Rahman dan Rahim, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sholawat serta salam kita haturkan kepada Rosulullah Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, para shahabat dan orang-orang yang setia mengikuti sunnah beliau hingga akhir hayatnya.

Wa ba’du

Sesungguhnya jika seorang hamba melakukan dosa, maka terbentuklah noda hitam dalam hatinya. Jika ia melepaskan dosa, istighfar dan taubat, bersihlah hatinya. Ketika mengulangi dosa lagi, bertambahlah noda hitamnya, sehingga menguasai hati. Itulah Roon (rona) yang disebutkan dalam Al-Qur’an, “Sekali-kali tidak (demikian), Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (HR At-Tirmidzi).

Maksiat dan dosa mempunyai pengaruh yang sangat dahsyat dalam kehidupan umat manusia. Bahayanya bukan hanya berpengaruh di dunia tetapi sampai dibawa ke akhirat. Bukankah Nabi Adam a.s. dan istrinya Siti Hawwa dikeluarkan dari surga dan diturunkan ke dunia karena dosa yang dilakukannya? Dan demikianlah juga yang terjadi pada umat-umat terdahulu.

Disebabkan karena dosa, penduduk dunia pada masa Nabi Nuh a.s. dihancurkan oleh banjir yang menutupi seluruh permukaan bumi. Karena maksiat, kaum ‘Aad diluluhlantakkan oleh angin puting beliung. Karena ingkar pada Allah, kaum Tsamud ditimpa oleh suara yang sangat keras memekakkan telinga sehingga memutuskan urat-urat jantung mereka dan mati bergelimpangan. Karena perbuatan keji kaum Luth, buminya dibolak-balikkan dan semua makhluk hancur, sampai malaikat mendengar lolongan anjing dari kejauhan. Kemudian diteruskan dengan hujan bebatuan dari langit yang melengkapi siksaan bagi mereka. Dan kaum yang lain akan mendapatkan siksaan yang serupa. Jika tidak terjadi di dunia, maka di akhirat akan lebih pedih lagi. (Al-An’am: 6)

Desember 2005 duniapun telah menyaksikan musibah yang maha dahsyat terjadi di Asia: Tsunami menghancurkan ratusan ribu umat manusia. Terbesar menimpa Aceh. Semua itu harus menjadi pelajaran yang mendalam bagi seluruh umat manusia, bahwa Allah Maha Kuasa. Disebutkan dalam musnad Imam Ahmad dari hadits Ummu Salamah, Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Jika kemaksiatan sudah mendominasi umatku, maka Allah meratakan adzab dari sisi-Nya”. Saya berkata, “Wahai Rasulullah, bukankah di antara mereka ada orang-orang shalih?” Rasulullah menjawab,”Betul.” “Lalu bagaimana dengan mereka?” Rasul menjawab, “Mereka akan mendapat musibah sama dengan yang lain, kemudian mereka mendapatkan ampunan dan keridhaan Allah.”

Akar Kemaksiatan

Semua kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia, baik yang besar maupun yang kecil, bermuara pada tiga hal. Pertama; terikatnya hati pada selain Allah, kedua; mengikuti potensi marah, dan ketiga; mengikuti hasrat syahwat. Ketiganya adalah syirik, zhalim, dan keji. Puncak seseorang terikat pada selain Allah adalah syirik dan menyeru pada selain Allah. Puncak seseorang mengikuti amarah adalah membunuh; dan puncak seseorang menuruti syahwat adalah berzina. Demikianlah Allah swt. menggabungkan pada satu ayat tentang sifat ‘Ibadurrahman, ”Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya).” (Al-Furqaan: 68)

Dan ciri khas kemaksiatan itu saling mengajak dan mendorong untuk melakukan kemaksiatan yang lain. Orang yang berzina maka zina itu dapat menyebabkan orang melakukan pembunuhan; dan pembunuhan dapat menyebabkan orang melakukan kemusyrikan. Dan para pembuat kemaksiatan saling membantu untuk mempertahankan kemaksiatannya. Setan tidak akan pernah diam untuk menjerumuskan manusia untuk melakukan dosa dan kemaksiatan. Setan senantiasa mengupayakan tempat-tempat yang kondusif untuk menjadi sarang kemaksiatan.

Oleh karena itu agar terhindar dari jebakan kemaksiatan, manusia harus melakukan perlawanan dari ketiganya, yaitu: pertama; menguatkan keimanan dan hubungan hati dengan Allah swt. dengan senantiasa mengikhlaskan segala amal perbuatan hanya karena Allah. Kedua; mengendalikan rasa marah, karena marah merupakan pangkal sumber dari kezhaliman yang dilakukan oleh manusia. Dan ketiga; menahan diri dari syahwat yang menggoda manusia sehingga tidak jatuh pada perbuatan zina.

Pengaruh Maksiat

Seluruh manusia mengakui bahwa kesalahan yang terkait dengan hubungan antar manusia di dunia secara umum dapat mengakibatkan kerusakan secara langsung. Orang-orang yang membabat hutan hingga gundul akan menyebabkan kerusakan lingkungan, longsor, dan kebanjiran. Sopir yang mengendalikan mobilnya secara ugal-ugalan dan melintasi rel kereta yang dilalui kereta, berakibat sangat parah, ditabrak oleh kereta. Orang yang membunuh orang tanpa hak, maka dia akan senantiasa dalam kegelisahan dan penderitaan. Orang yang senantiasa bohong, hidupnya tidak akan merasa tenang.

Dan pada dasarnya pengaruh kesalahan, dosa, dan kemaksiatan bukan saja yang terkait antar sesama manusia, tetapi antara manusia dengan Allah. Siapakah orang yang paling zhalim, ketika mereka diberi rezki oleh Allah dan hidup di bumi Allah kemudian menyekutukan Allah, tidak mentaati perintah-Nya, dan melanggar larangan-Nya. Jika kesalahan yang dibuat antar sesama manusia akan menimbulkan bahaya, maka kesalahan akibat tidak melaksanakan perintah Allah atau melanggar larangan-Nya, maka akan lebih berbahaya lagi, di dunia sengsara dan di akhirat disiksa. “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”

Beberapa pengaruh maksiat diantaranya:

1. Lalai dan keras hati

Al-Qur’an menyebut bahwa orang-orang yang bermaksiat hatinya keras membatu. “Karena mereka melanggar janjinya, kami kutuki mereka, dan kami jadikan hati mereka keras membatu. mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka Telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), Maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Ma-idah: 13)
Berkata Ibnu Mas’ud r.a., “Saya menyakini bahwa seseorang lupa pada ilmu yang sudah dikuasainya, karena dosa yang dilakukan.”

Orang yang banyak berbuat dosa, hatinya keras, tidak sensitif, dan susah diingatkan. Itu suatu musibah besar. Bahkan disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa orang yang senantiasa berbuat dosa, hatinya akan dikunci mati, sehingga keimanan tidak dapat masuk, dan kekufuran tidak dapat keluar.

2. Terhalang dari ilmu dari rezeki

Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba diharamkan mendapat rezeki karena dosa yang dilakukannya” (HR Ibnu Majah dan Hakim)

Berkata Imam As-Syafi’i, “Saya mengadu pada Waqi’i tentang buruknya hafalanku. Beliau menasihatiku agar meninggalkan maksiat. Dan memberitahuku bahwa ilmu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang bermaksiat.”

Orang yang banyak melakukan dosa waktunya banyak dihabiskan untuk hal-hal yang sepele dan tidak berguna. Tidak untuk mencari ilmu yang bermanfaat, tidak juga untuk mendapatkan nafkah yang halal. Banyak manusia yang masuk dalam model ini. Banyak yang menghabiskan waktunya di meja judi dengan menikmati minuman haram dan disampingnya para wanita murahan yang tidak punya rasa malu. Sebagian yang lain asyik dengan hobinya. Ada yang hobi memelihara burung atau binatang piaraan yang lain. Sebagian lain, ada yang hobi mengumpulkan barang antik meski harus mengeluarkan biaya tak sedikit. Sebagian yang lain hobi belanja atau sibuk bolak-balik ke salon kecantikan. Seperti itulah kualitas hidup mereka.

3. Kematian hati dan kegelapan di wajah

Berkata Abdullah bin Al-Mubarak, “Saya melihat dosa-dosa itu mematikan hati dan mewariskan kehinaan bagi para pelakunya. Meninggalkan dosa-dosa menyebabkan hidupnya hati. Sebaiknya bagi dirimu meninggalkannya. Bukankah yang menghancurkan agama itu tidak lain para penguasa dan ahli agama yang jahat dan para rahib.”

Sungguh suatu musibah besar jika hati seseorang itu mati disebabkan karena dosa-dosa yang dilakukannya. Dan perangkap dosa yang dikejar oleh mayoritas manusia adalah harta dan kekuasaan. Mereka mengejar harta dan kekuasaan seperti laron masuk ke kobaran api unggun.

Tanda seorang bergelimangan dosa terlihat di wajahnya. Wajah orang-orang yang jauh dari air wudhu dan cahaya Al-Qur’an adalah gelap tidak enak dipandang.

4. Terhalang dari penerapan hukum Allah

Penerapan hukum Allah berupa syariat Islam di muka bumi adalah rahmat dan karunia Allah dan memberikan keberkahan bagi penduduknya. Ketika masyarakat banyak yang melakukan kemaksiatan, maka mereka akan terhalang dari rahmat Islam tersebut. (Lihat Al-Maa-idah: 49 dan Al-A’raaf: 96)

5. Hilangnya nikmat Allah dan potensi kekuatan

Di antara nikmat yang paling besar yang diberikan Allah kepada hamba-Nya adalah pertolongan dan kemenangan. Sejarah telah membuktikan bahwa pertolongan Allah dan kemenangan-Nya diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang taat. Sebaliknya, kekalahan dan kehancuran disebabkan karena maksiat dan ketidaktaatan.

Kisah Perang Uhud harus menjadi pelajaran bagi orang-orang beriman. Ketika sebagian pasukan perang sibuk mengejar harta rampasan dan begitu juga pasukan pemanah turun gunung ikut memperebutkan harta rampasan. maka terjadilah musibah luar biasa. Korban berjatuhan di kalangan umat Islam. Rasulullah saw. pun berdarah-darah.

Kisah penghancuran Kota Baghdad oleh pasukan Tartar juga terjadi karena umat Islam bergelimang kemaksiatan. Khilafah Islam pun runtuh, selain dari faktor adanya konspirasi internasional yang melibatkan Inggris, Amerika Serikat, dan Israel, karena umat Islam berpecah belah dan kemaksiatan yang mereka lakukan.

Umar bin Khattab berwasiat ketika melepas tentara perang: ”Dosa yang dilakukan tentara (Islam) lebih aku takuti dari musuh mereka. Sesungguhnya umat Islam dimenangkan karena maksiat musuh mereka kepada Allah. Kalau tidak demikian kita tidak mempunyai kekuatan, karena jumlah kita tidak sepadan dengan jumlah mereka, perlengkapan kita tidak sepadan dengan perlengkapan mereka. Jika kita sama dalam berbuat maksiat, maka mereka lebih memiliki kekuatan. Jika kita tidak dimenangkan dengan keutamaan kita, maka kita tidak dapat mengalahkan mereka dengan kekuatan kita.”

Oleh karena itu umat Islam dan para pemimpinnya harus berhati-hati dari jebakan-jebakan cinta dunia dan ambisi kekuasaan. Jauhi segala harta yang meragukan apalagi yang jelas haramnya. Karena harta yang syubhat dan meragukan, tidak akan membawa keberkahan dan akan menimbulkan perpecahan serta fitnah. Kemaksiatan yang dilakukan oleh individu, keluarga, dan masyarakat akan menimbulkan hilangnya nikmat yang telah diraih dan akan diraih. Dan melemahkan segala potensi kekuatan. WASPADALAH!

Quoted from : www.dakwatuna.com

Selasa, 15 November 2011

Apakah Nyamuk Memakan Darah?

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين, وصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :

Apakah Nyamuk Memakan Darah?Dalam Alqur'an, Allah seringkali menyeru manusia untuk mempelajari alam dan menyaksikan "ayat-ayat" yang ada padanya. Semua makhluk hidup dan tak hidup di jagat raya ini dipenuhi "ayat" yang menunjukkan bahwa alam semesta seisinya telah diciptakan. Di samping itu alam ini adalah pencerminan dari ke-Mahakuasaan, Ilmu dan Kreasi Penciptanya. Adalah wajib bagi manusia untuk memahami ayat-ayat ini melalui akalnya, sehingga ia pun pada akhirnya menjadi hamba yang tunduk patuh di hadapan Allah.

Kendatipun semua makhluk hidup adalah ayat Allah, uniknya ada sejumlah binatang yang secara khusus disebut dalam Alqur'an. Satu diantaranya adalah nyamuk:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلًا يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ

"Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Rabb mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?" Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik." (QS. Al-Baqarah, 2:26).

Daftar Isi
1. Pemakan madu bunga
2. Perubahan warna
3. Hidup sebagai larva
4. Saat meninggalkan kepompong
Mungkin banyak di antara kita yang menganggap nyamuk sebagai serangga yang biasa saja, atau bahkan menjengkelkan karena suka mengganggu orang tidur. Akan tetapi pernyataan: "Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu" semestinya mendorong kita untuk memikirkan keajaiban binatang yang satu ini.

Pemakan madu bunga

Apakah Nyamuk Memakan Darah?Anggapan banyak orang bahwa nyamuk adalah penghisap dan pemakan darah tidaklah sepenuhnya benar. Hanya nyamuk betina yang menghisap darah dan bukan yang jantan. Di samping itu, nyamuk betina menghisap darah bukan untuk kebutuhan makan mereka. Sebab baik nyamuk jantan maupun betina, keduanya hidup dengan memakan "nectar", yakni cairan manis yang disekresikan oleh bunga tanaman (sari madu bunga). Satu-satunya alasan mengapa nyamuk betina, dan bukan jantan, menghisap darah adalah karena darah mengandung protein yang dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan telur nyamuk. Dengan kata lain, nyamuk betina menghisap darah untuk mempertahankan kelangsungan hidup spesiesnya.

Perubahan warna

Apakah Nyamuk Memakan Darah?Proses perkembangan nyamuk merupakan peristiwa yang paling menakjubkan. Di bawah ini uraian singkat tentang metamorfosis nyamuk dimulai dari larva mungil melalui sejumlah fase perkembangan yang berbeda hingga pada akhirnya menjadi nyamuk dewasa.

Nyamuk betina menaruh telurnya, yang diberi makan berupa darah agar dapat tumbuh dan berkembang, pada dedaunan lembab atau kolam-kolam yang tak berair di musim panas atau gugur. Sebelumnya, nyamuk betina ini menjelajahi wilayah yang ada dengan sangat teliti menggunakan reseptornya yang sangat peka yang terletak pada perutnya. Setelah menemukan tempat yang cocok, nyamuk mulai meletakkan telur-telurnya. Telur yang panjangnya kurang dari 1 mm ini diletakkan secara teratur hingga membentuk sebuah barisan teratur. Beberapa spesies nyamuk meletakkan telur-telurnya sedemikian hingga berbentuk seperti sebuah sampan. Beberapa koloni telur ini ada yang terdiri dari 300 buah telur.

Telur-telur yang berwarna putih ini kemudian berubah warna menjadi semakin gelap, dan dalam beberapa jam menjadi hitam legam. Warna gelap ini berfungsi untuk melindungi telur-telur tersebut agar tidak terlihat oleh serangga maupun burung pemangsa. Sejumlah larva-larva yang lain juga berubah warna, menyesuaikan dengan warna tempat di mana mereka berada, hal ini berfungsi sebagai kamuflase agar tidak mudah terlihat oleh pemangsa.

Larva-larva ini berubah warna melalui berbagai proses kimia yang terjadi pada tubuhnya. Tidak diragukan lagi bahwa telur, larva maupun nyamuk betina bukanlah yang menciptakan sendiri ataupun mengendalikan berbagai proses kimia yang mengakibatkan perubahan warna tersebut seiring dengan perjalanan metamorfosis nyamuk. Mustahil pula jika sistem yang kompleks ini terjadi dengan sendirinya. Kesimpulannya adalah nyamuk telah diciptakan secara lengkap beserta dengan sistem perkembangbiakannya sejak pertama kali ia ada. Dan Pencipta yang Maha Sempurna ini adalah Allah.

Hidup sebagai larva

Apakah Nyamuk Memakan Darah?Ketika periode inkubasi telur telah berlalu, para larva lalu keluar dari telur-telur mereka dalam waktu yang hampir bersamaan. Larva (jentik nyamuk) yang makan terus-menerus ini tumbuh sangat cepat hingga pada akhirnya kulit pembungkus tubuhnya menjadi sangat ketat dan sempit. Hal ini tidak memungkinkan tubuhnya untuk tumbuh membesar lagi. Ini pertanda bahwa mereka harus mengganti kulit. Pada tahap ini, kulit yang keras dan rapuh ini dengan mudah pecah dan mengelupas. Para larva tersebut mengalami dua kali pergantian kulit sebelum menyelesaikan periode hidup mereka sebagai larva.

Jentik nyamuk mendapatkan makanan dengan cara yang menakjubkan. Mereka membuat pusaran air kecil dalam air dengan menggunakan bagian ujung dari tubuh mereka yang ditumbuhi bulu sehingga mirip kipas. Kisaran air tersebut menyebabkan bakteri dan mikro-organisme lainnya tersedot dan masuk ke dalam mulut larva nyamuk. Proses pernapasan jentik nyamuk, yang posisinya terbalik di bawah permukaan air, terjadi melalui sebuah pipa udara yang mirip dengan "snorkel" (pipa saluran pernapasan) yang biasa digunakan oleh para penyelam. Tubuh jentik mengeluarkan cairan yang kental yang mampu mencegah air untuk memasuki lubang tempat berlangsungnya pernapasan. Sungguh, sistem pernapasan yang canggih ini tidak mungkin dibuat oleh jentik itu sendiri. Ini tidak lain adalah bukti ke-Mahakuasaan Allah dan kasih sayang-Nya pada makhluk yang mungil ini, agar dapat bernapas dengan mudah.

Saat meninggalkan kepompong

Pada tahap larva (jentik), terjadi pergantian kulit sekali lagi. Pada tahap ini, larva tersebut berpindah menuju bagian akhir dari perkembangan mereka yakni tahap kepompong (pupal stage). Ketika kulit kepompong terasa sudah sempit dan ketat, ini pertanda bagi larva untuk keluar dari kepompongnya.

Apakah Nyamuk Memakan Darah?Selama masa perubahan terakhir ini, larva nyamuk menghadapi tantangan yang membahayakan jiwanya, yakni masuknya air yang dapat menyumbat saluran pernapasan. Hal ini dikarenakan lubang pernapasannya, yang dihubungkan dengan pipa udara dan menyembul di atas permukaan air, akan segera ditutup. Jadi sejak penutupan ini, dan seterusnya, pernapasan tidak lagi melalui lubang tersebut, akan tetapi melalui dua pipa yang baru terbentuk di bagian depan nyamuk muda. Tidak mengherankan jika dua pipa ini muncul ke permukaan air sebelum pergantian kulit terjadi (yakni sebelum nyamuk keluar meninggalkan kepompong). Nyamuk yang berada dalam kepompong kini telah menjadi dewasa dan siap untuk keluar dan terbang. Binatang ini telah dilengkapi dengan seluruh organ dan organelnya seperti antena, kaki, dada, sayap, abdomen dan matanya yang besar.

Kemunculan nyamuk dari kepompong diawali dengan robeknya kulit kepompong di bagian atas. Resiko terbesar pada tahap ini adalah masuknya air ke dalam kepompong. Untungnya, bagian atas kepompong yang sobek tersebut dilapisi oleh cairan kental khusus yang berfungsi melindungi kepala nyamuk yang baru "lahir" ini dari bersinggungan dengan air. Masa-masa ini sangatlah kritis. Sebab tiupan angin yang sangat lembut sekalipun dapat berakibatkan kematian jika nyamuk muda tersebut jatuh ke dalam air. Nyamuk muda ini harus keluar dari kepompongnya dan memanjat ke atas permukaan air dengan kaki-kakinya sekedar menyentuh permukaan air.

Begitulah, seringkali hati kita tertutupi dari memahami kebesaran Allah pada makhluknya yang tampak kecil dan tak berarti. Kalau nyamuk yang kecil ternyata menyimpan keajaiban ciptaan Allah yang begitu besar, bagaimana dengan makhluk-Nya yang lebih besar dan lebih sering kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari? Wallaahu a'lam.

#Sumber
HarunYahya.com

Keajaiban Penciptaan Pada Unta

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين, وصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :

Keajaiban Penciptaan Pada UntaLima puluh lima derajat celcius adalah suhu yang panas membakar. Itulah cuaca panas di gurun pasir, daerah yang tampak tak bertepi dan terhampar luas hingga di kejauhan. Di sini terdapat badai pasir yang menelan apa saja yang dilaluinya, dan yang sangat mengganggu pernafasan. Padang pasir berarti kematian yang tak terelakkan bagi seseorang tanpa pelindung yang terperangkap di dalamnya. Hanya kendaraan yang secara khusus dibuat untuk tujuan ini saja yang dapat bertahan dalam kondisi gurun ini.

Kendaraan apapun yang berjalan di kondisi yang panas menyengat di gurun pasir, harus didisain untuk mampu menahan panas dan terpaan badai pasir. Selain itu, ia harus mampu berjalan jauh, dengan sedikit bahan bakar dan sedikit air. Mesin yang paling mampu menahan kondisi sulit ini bukanlah kendaraan bermesin, melainkan seekor binatang, yakni unta.

Unta telah membantu manusia yang hidup di gurun pasir sepanjang sejarah, dan telah menjadi simbul bagi kehidupan di gurun pasir. Panas gurun pasir sungguh mematikan bagi makhluk lain. Selain sejumlah kecil serangga, reptil dan beberapa binatang kecil lainnya, tak ada binatang yang mampu hidup di sana. Unta adalah satu-satunya binatang besar yang dapat hidup di sana. Allah telah menciptakannya secara khusus untuk hidup di padang pasir, dan untuk melayani kehidupan manusia. Allah mengarahkan perhatian kita pada penciptaan unta dalam ayat berikut:

أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ

Artinya : "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan." (QS. Al-Ghaasyiyah, 88:17)

Jika kita amati bagaimana unta diciptakan, kita akan menyaksikan bahwa setiap bagian terkecil darinya adalah keajaiban penciptaan. Yang sangat dibutuhkan pada kondisi panas membakar di gurun adalah minum, tapi sulit untuk menemukan air di sini. Menemukan sesuatu yang dapat dimakan di hamparan pasir tak bertepi juga tampak mustahil. Jadi, binatang yang hidup di sini harus mampu menahan lapar dan haus, dan unta telah diciptakan dengan kemampuan ini.

Unta dapat bertahan hidup hingga delapan hari pada suhu lima puluh derajat tanpa makan atau minum. Ketika unta yang mampu berjalan tanpa minum dalam waktu lama ini menemukan sumber air, ia akan menyimpannya. Unta mampu meminum air sebanyak sepertiga berat badannya dalam waktu sepuluh menit. Ini berarti seratus tiga puluh liter dalam sekali minum; dan tempat penyimpanannya adalah punuk unta. Sekitar empat puluh kilogram lemak tersimpan di sini. Hal ini menjadikan unta mampu berjalan berhari-hari di gurun pasir tanpa makan apapun.

Kebanyakan makanan di gurun pasir adalah kering dan berduri. Namun sistem pencernaan pada unta telah diciptakan sesuai dengan kondisi yang sulit ini. Gigi dan mulut binatang ini telah dirancang untuk memungkinkannya memakan duri tajam dengan mudah.

Perutnya memiliki disain khusus tersendiri sehingga cukup kuat untuk mencerna hampir semua tumbuhan di gurun pasir. Angin gurun yang muncul tiba-tiba biasanya menjadi pertanda kedatangan badai pasir. Butiran pasir menyesakkan nafas dan membutakan mata. Tapi, Allah telah menciptakan sistem perlindungan khusus pada unta sehingga ia mampu bertahan terhadap kondisi sulit ini. Kelopak mata unta melindungi matanya dari dari debu dan butiran pasir. Namun, kelopak mata ini juga transparan atau tembus cahaya, sehingga unta tetap dapat melihat meskipun dengan mata tertutup. Bulu matanya yang panjang dan tebal khusus diciptakan untuk mencegah masuknya debu ke dalam mata. Terdapat pula disain khusus pada hidung unta. Ketika badai pasir menerpa, ia menutup hidungnya dengan penutup khusus.

Salah satu bahaya terbesar bagi kendaraan yang berjalan di gurun pasir adalah terperosok ke dalam pasir. Tapi ini tidak terjadi pada unta, sekalipun ia membawa muatan seberat ratusan kilogram, karena kakinya diciptakan khusus untuk berjalan di atas pasir. Telapak kaki yang lebar menahannya dari tenggelam ke dalam pasir, dan berfungsi seperti pada sepatu salju. Kaki yang panjang menjauhkan tubuhnya dari permukaan pasir yang panas membakar di bawahnya. Tubuh unta tertutupi oleh rambut lebat dan tebal. Ini melindunginya dari sengatan sinar matahari dan suhu padang pasir yang dingin membeku setelah matahari terbenam. Beberapa bagian tubuhnya tertutupi sejumlah lapisan kulit pelindung yang tebal. Lapisan-lapisan tebal ini ditempatkan di bagian-bagian tertentu yang bersentuhan dengan permukaan tanah saat ia duduk di pasir yang amat panas. Ini mencegah kulit unta agar tidak terbakar. Lapisan tebal kulit ini tidaklah tumbuh dan terbentuk perlahan-lahan; tapi unta memang terlahir demikian. Disain khusus ini memperlihatkan kesempurnaan penciptaan unta.

Marilah kita renungkan semua ciri unta yang telah kita saksikan. Sistem khusus yang memungkinkannya menahan haus, punuk yang memungkinkannya bepergian tanpa makan, struktur kaki yang menahannya dari tenggelam ke dalam pasir, kelopak mata yang tembus cahaya, bulu mata yang melindungi matanya dari pasir, hidung yang dilengkapi disain khusus anti badai pasir, struktur mulut, bibir dan gigi yang memungkinkannya memakan duri dan tumbuhan gurun pasir, sistem pencernaan yang dapat mencerna hampir semua benda apapun, lapisan tebal khusus yang melindungi kulitnya dari pasir panas membakar, serta rambut permukaan kulit yang khusus dirancang untuk melindunginya dari panas dan dingin.

Tak satupun dari ini semua dapat dijelaskan oleh logika teori evolusi, dan kesemuanya ini menyatakan satu kebenaran yang nyata: Unta telah diciptakan secara khusus oleh Allah untuk hidup di padang pasir, dan untuk membantu kehidupan manusia di tempat ini.

Begitulah, kebesaran Allah dan keagungan ciptaan-Nya tampak nyata di segenap penjuru alam ini, dan Pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu. Allah menyatakan hal ini dalam ayat Al-quran:

إِنَّمَا إِلَهُكُمُ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَسِعَ كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا

Artinya : "Sesungguhnya, Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan – Nya meliputi segala sesuatu." (QS. Thaahaa, 20:98)

#Sumber
HarunYahya.com

Diperlihatkannya Tempat Manusia Setelah Wafat

Ceramah Habib Munzir bin Fuad al-Musawa
Senin, 18 Juli 2011
Masjid al-Munawar, Pancoran, Jakarta Selatan

قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
إِنَّ أَحَدَكُمْ، إِذَا مَاتَ، عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ، بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ، إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ، فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ، فَيُقَالُ، هَذَا مَقْعَدُكَ، حَتَّى يَبْعَثَكَ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

(صحيح البخاري)

Sabda Rasulullah SAW :
“Sungguh setiap dari kalian jika wafat maka ditunjukkan padanya setiap pagi dan sore tempatnya kelak, jika ia penduduk surga maka ia melihat surga dan dikabarkan bahwa ia penduduknya, jika ia penduduk neraka maka ia diperlihatkan neraka, dan dikabarkan padanya bahwa ia penduduknya, dan dikatakan padanya: inilah tempatmu kelak!. demikian hingga kalian dibangkitkan Allah dihari kiamat” (Shahih Bukhari)

ImageAssalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hadirin – hadirat yang sama sama kita muliakan, para ulama, para habaib, para sesepuh dan saudara saudara saya sekalian. Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, dan para pendengar dan yang menyaksikan lewat streaming siaran langsung www.majelisrasulullah.org dimana pun anda berada.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ وَاْلحَمْدُلِلهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الْحَمْدُلِلهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذا َاْلمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ

Limpahan puji ke hadirat Allah Swt Yang Maha Meluhurkan hamba – hamba-Nya menuju gerbang – gerbang keluhuran, menuju dan membimbing hamba menuju kesucian, menuju kemuliaan dunia dan akhirat, menuju kebahagiaan dunia dan akhirat dengan tuntunan Sang Pembawa Kemuliaan dunia dan akhirat, Sayyidina Muhammad Saw. Tuntunan Ilahi berupa siang dan malam, berupa susah dan senang, berupa kenikmatan dan musibah, berupa kelahiran dan kematian yang kesemuanya merupakan tuntunan Ilahi, perputaran waktu setiap detik dan setiap kejadian adalah pengajaran dan bimbingan Ilahi di dunia agar hamba-Nya menyadari bahwa kehidupan ini kehidupan yang penuh tipuan dan fana, kehidupan yang tidak kekal. Yang lahir akan berubah tidak akan kekal dalam keadaan bayi, akan berubah menjadi dewasa dan yang dewasa tidak akan kekal menjadi dewasa, ia akan menjadi tua renta dan yang tua renta tidak akan abadi dalam keadaannya, ia akan wafat dan adapula yang wafat sebelum dilahirkan. Ada yang wafat, izin Allah untuk tinggal di muka bumi beberapa detik saja, ada yang diizinkan Allah untuk tinggal di bumi-Nya beberapa tahun, ada yang diizinkan Allah tinggal di bumi-Nya puluhan tahun, ada yang diizinkan Allah tinggal di bumi-Nya melebihi seratus tahun, ada yang dilimpahi kehidupan yang lalu kehidupan banyak musibah namun ia mudah kelak di akhirat, ada yang hidupnya didalam keindahan dan kenikmatan namun ia sulit di akhirat. Namun ada hamba – hamba yang terpilih untuk mendapatkan kemudahan dunia dan akhirat. Mereka yang mengikuti tuntunan Sang Pembawa Kebahagiaan dunia dan akhirat, Sayyidina Muhammad Saw. Sebagaimana Allah Swt berfirman

أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ; بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا ؛ وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا ؛ وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّاهَا ؛ وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا ؛ وَالسَّمَاءِ وَمَا بَنَاهَا ؛ وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا ؛ وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا ؛ فَأَلْهَمَهَافُجُوْرَهَاوَتَقْوَاهَا ؛ قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا ؛ وَقَدْ خَابَ مَنْ دَ سَّاهَا

( الشمس : ١ – .١)

Allah menasehati itu dengan lembut dan indah. Didalam Surat Asy-Syams Allah menyebut

وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا

( الشمس :١ )

“Demi matahari dan cahaya dhuha” (QS. Asy-Syams : 1)

Kalian lihat matahari itu sudah kita ketahui bukan hanya seperti lampu yang kita lihat tapi ia adalah gumpalan api yang sangat mengerikan penuh dengan gejolak dan ledakan, yang ledakannya mencapai ratusan kilometer daripada dasarnya. Hadirin – hadirat, ledakan api dan gemuruh yang dahsyat itu Allah jadikan jauh dari bumi hingga bisa dinikmati cahaya dhuha. Allah ingin mengingatkan lihat api yang bergejolak yang menggumpal sangat mengerikan Ku-jadikan ia sebagai cahaya pagi yang indah jika dilihat karena Allah. Dibatasi dengan jarak yang sedemikian jauh hingga ia tidak membakar kita dengan ledakan – ledakannya malah menerangi kita. Hadirin – hadirat, dari satu ayat ini sudah merupakan pembuka bagi kita beribu – ribu gerbang untuk mendekat kepada Allah dari indahnya Rabbul ‘Alamin Swt yang memunculkan siang setiap harinya, memunculkan pagi setiap harinya melewati kehidupan kita.

وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا

( الشمس :٢ )

“Dan demi bulan purnama ketika ia telah terang – benderang” (QS. Asy-Syams : 2)

Apa itu bulan purnama? Bulan purnama hanyalah satu planet yang gelap gulita penuh dengan lubang – lubang namun karena pantulan cahaya matahari, ia menjadi terang – benderang dan indah dengan kehendak Allah Swt. Dua ayat ini mengingatkan kepada tipuan dunia, kehidupan dunia adalah permainan dan sandiwara. Suatu gejolak api yang sebenarnya terlihat menjadi matahari yang menerangi tidak menyakiti, sesuatu yang kelihatannya indah bulan purnama hakikatnya hanyalah tempat… bundar yang penuh bolong – bolong yang gelap tidak bercahaya itulah dunia kehidupannya. Kehidupan dunia sebelum barzah dan akhirat.

وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّاهَا

( الشمس :٣ )

“Dan demi siang ketika sedang teriknya” (QS. Asy-Syams : 3)

وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا

( الشمس :٤ )

“Dan demi malam ketika gelap gulita” (QS. Asy-Syams : 4)

Allah Swt Maha Tinggi, Allah ciptakan terang – benderang, teriknya siang. Ada awan yang melindungi agar manusia tidak selalu dalam keadaan panas terik padahal matahari tidak pernah berhenti bercahaya sampai yaumal qiyamah. Dan Allah Swt juga menciptakan untuk kita pepohonan dan juga bebatuan dan juga segala hal yang bisa dirangkai untuk menjadi bangunan yang membuat kita terjaga daripada teriknya matahari. Sedangkan di malam hari, ini maksudnya walaupun keadaan terik, Allah siapkan untuk kita di dunia ini sesuatu yang … supaya kita tidak kena teriknya. Di malam hari saat gelap gulita, Allah tidak haruskan kita gelap gulita walaupun matahari tidak terlihat karena waktunya malam. Allah ciptakan api dari kayu, dari batu api dan lainnya, dari penerang listrik dan juga semua yang berasal dari bumi, Allah Maha Tau bahwa manusia itu di malam hari juga ada yang mau beraktifitas. Disini kita bisa mengambil sebagai ibrah (pelajaran) bahwa disaat kita didalam panas, didalam kenikmatan yang berlimpah jangan lupa berteduh di bawah payung – payung syukur. Jangan tertipu dengan teriknya matahari kemudahan karena barangkali setelah itu akan datang kesulitan, karena tidak ada matahari atau siang hari yang kekal pasti akan datang malam hari. Ketika datang malam hari kegelapan, atau kegelapan musibah yang sedang menghimpit kita, sungguh Allah telah menciptakan pelita do’a untuk menyingkirkan musibah itu dengan segera maka gelapnya musibah berubah menjadi terang – benderang dengan cahaya do’a maka termudahkanlah si gelap akan pergi terusir oleh terang – benderangnya do’a.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Demikian salah satu bentuk dari ibrah (pelajaran) yang muncul dari ayat – ayat luhur, kalimat – kalimat tersuci

وَالسَّمَاءِ وَمَا بَنَاهَا

( الشمس :٥ )

“Dan demi langit dan pembangunannya” (QS. Asy-Syams : 5)

Kita lihat orang – orang yang membangun mulai dari membangun gubuk sampai membangun bangunan yang berpuluh tingkat. Sampai bangunan yang berpuluh tingkat itu dengan konstruksi bangunannya, dengan segala bentuknya, ada dengan bahan kaca, dengan bahan besi, dengan bahan timah, dengan bahan tanah, dengan bahan semen, dengan bahan karpet, dengan bahan – bahan lainnya semuanya dirangkai dengan demikian untuk jadi satu bangunan. Bagaimana dengan bangunan langit dan semesta ini? Yang ujungnya belum kelihatan dan belum ditemukan ujung langit pertama. Baru ditemukan galaksi terjauh yang jaraknya 13,1 milyar tahun kecepatan cahaya. Kecepatan cahaya itu 300.000 kilometer per detik. Bayangkan jauhnya 13,1 milyar tahun kecepatan cahaya. 13,1 milyar tahun kalikan 365 hari kalikan 24 jam kalikan 60 menit kalikan 60 detik, itulah jauhnya galaksi terjauh yang baru ditemukan sekarang dan belum ujungnya langit pertama. Bagaimana dengan langit kedua, ketiga, keempat? bagaimana dengan arsy, alkursiy, lauhul mahfudh dan segalanya.

وَالسَّمَاءِ وَمَا بَنَاهَا

( الشمس :٥ )

“Demi langit dan demi pembangunannya” (QS. Asy-Syams : 5)

Demikianlah hal itu terjadi, dengan ciptaan Rabbul ‘Alamin Tuhanku dan Tuhan kalian, Yang Maha Mengenalkan Nama Nya kepada kita. Al Qarib = Yang Maha Dekat.

Allah Swt berfirman “wa idza saalaka ‘ibadiy anni fainni qarib, ujibbuda’ wa tada’i idza da’ani, Jika hamba-Ku bertanya tentang Aku, katakanlah Aku dekat, jika hamba-Ku bertanya tentang Aku katakanlah Aku dekat, Aku menjawab setiap yang menyeru-Ku. Jawaban Allah itu dengan anugerah dan pemberian yang tidak kita ketahui. Kita berdo’a dan berdo’a, tidak tau berapa banyak pemberian yang diberikan Allah sebelum kita meminta kepada Allah, lepas dari apa yang kita minta. Maksudnya selain dari yang kita minta, sudah Allah berikan anugerah yang sangat besar lain daripada yang kita minta, bisa terkabul bisa tidak, kalau tidak bisa jadi tidak, salah satu dari tidak yaitu bisa. Tidak dikabul tetapi salah satu daripada musibah yang akan datang padanya dihapus oleh Allah. Kedua: Allah jadikan penghapusan dosa. Ketiga: Allah tunaikan di akhirat. Nanti di akhirat dikumpulkan orang – orang, semua orang harus membayar hutangnya. Satu sama lain membayar hutangnya dan Allah juga membayar hutangnya. Hutang Allah kepada siapa? kepada yang berdo’a yang belum Allah kabulkan di dunia.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,

وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا

( الشمس :٦ )

“Dan demi bumi dan hamparannya” (QS. Asy-Syams : 6)

Tidak bisa kita bayangkan setiap detik orang hidup dan wafat. Setiap detik ada kelahiran, setiap detik ada yang wafat, setiap detik ada tangisan gembira karena menerima kelahiran dan setiap detik ada tangisan sedih karena kematian. Hadirin – hadirat, demikian kehidupan dunia.

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا

( الشمس :٧ )

“Dan demi manusia dan penciptaannya” (QS. Asy-Syams : 7)

Penciptaan manusia ini, kehidupan di dunia kemudian wafat menuju alam barzah menanti kehidupan yang kekal, menanti kebahagiaan yang kekal bagi yang layak mendapatkannya dan yang telah diizinkan oleh Allah Swt untuk mendapatkannya dan yang tidak mendapatkannya maka mereka dalam kerugian besar. Beruntunglah kita yang berkumpul dalam perkumpulan luhur ini. Inilah perkumpulan dimana Allah membawa banyak nama – nama hamba-Nya dari kehinaan menuju keluhuran, dari keluhuran menuju keluhuran yang lebih lagi. Semoga Allah jadikan kita semua hamba – hamba yang diridhoi-Nya, dilimpahi Rahmat dan Kebahagiaan di dunia dan di akhirat, amin.

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا

( الشمس :٩ )

“Sungguh beruntung orang – orang yang mensucikan dirinya” (QS. Asy-Syams : 9)

dengan sholat, dengan puasa ramadhan, dengan dzikir, dengan do’a, dengan sholawat, dengan sodaqah, dengan zakat, dengan haji, dengan umroh, bermacam – macam ibadah.

وَقَدْ خَابَ مَنْ دَ سَّاهَا

( الشمس :.١ )

“Dan sungguh merugi mereka – mereka yang mengotorinya” (QS. Asy-Syams : 10)

dengan dosa, dengan mengumpat, dengan mencaci, dengan perbuatan – perbuatan munkar lainnya. Merugi, kenapa? Karena nafasnya terbatas. dia tidak ingin kekal di dunia, dia tidak tau kapan ia lahir dan bukan jaminannya dan ia tidak tau kapan akan wafat.

wamaa tadri nafsun madza taksibu ghada, wamaa tadri nafsun bi ayyi ardhin tamuut (QS Lukman 34) manusia tidak tahu apa yang akan ia lakukan dan yang akan terjadi padanya esok, apakah masih hidup atau sudah wafat? Dan manusia juga tidak tau apa dan dimana dan dalam keadaan apa ia wafat, apakah wafat saat dalam kelahiran, apakah wafat di rumah sakit, apakah wafat di rumah, wafat di laut, wafat di jalan, manusia tahu ada Yang Maha Tahu yang sedang melihatmu setiap detik dalam kita berbuat pahala dan dosa ada Yang Maha Melihat dan Tahu apakah kita wafat di tempat itu, dalam usia sekian, dan Allah Maha Melihat hamba – hamba-Ku hadir di majelis dzikir maka ia berhak mendapatkan pengampunan-Ku, amin.

Hadirin, seraya berfirman “wa man araada tsawaabuddunya fa indallah tsawaabuddunya wal akhirah” (QS Annisa 134). barangsiapa yang menginginkan keuntungan dunia, Allah menawarkan padanya keuntungan dunia dan akhirat.

Karena Allah memiliki dunia dan akhirat. Rugi orang yang cuma mau dunia saja karena Allah punya akhirat juga. barangsiapa yang menghendaki pahala atau balasan di dunia, ketahui Allah punya balasan dunia dan akhirat tsawabuddunya wal akhirah.. Allah bisa beri kemuliaan dunia, kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat. Hadirin – hadirat, demikian Allah mengenalkan dan memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada kita bahwa dunia dan akhirat adalah milik-Nya. Dekatlah pada-Nya dan Ia Memberi, namun jika Allah Swt belum memberikan sesuatu apa yang kita inginkan

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Barangkali kalian membenci sesuatu padahal itu baik bagi kalian, barangkali kalian menyukai sesuatu tapi itu buruk bagi kalian. Allah Maha Tahu dan kalian tidak mengentahui (QS Al Baqarah 216) .

Hadirin – hadirat, Allah berfirman

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

Allah itu menghendaki kemudahan bagi kalian dan tidak menghendaki kesulitan atas kalian (QS Al Baqarah 185).

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Allah Maha Tahu apa yang akan terjadi pada kita. Hamba ini kalau dilimpahi segini akan begini, kalau dilimpahi segini akan begini, kalau dilimpahi segini akan begini, kalau usianya sekian akan begini, kalau usia sekian nanti akan berubah keadaannya maka Allah Maha Tahu itu dan Allah Maha Mengaturnya dan memberi kesempatan kepada kita agar membenahi diri agar terbenahi takdir kita.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Maka Allah Swt memberikan jalan, mereka yang mau makin baik, akan Allah akan rubah keadaannya semakin baik. Sebagaimana firman-Nya

فَأَمَّامَنْ أَعْطَىٰ وَا تَّقَىٰ ؛ وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ ؛ فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ ؛ وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ ؛ وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰ

الليل : ٥-.١

(QS. Al Lail : 5 -10)

Menunjukkan bahwa perubahan kehidupan bisa terjadi dengan amal kita. Berarti manusia ikut menentukan, bukan! Allah yang menentukan apa takdir kita tapi kalian beramal lah, dengan amal kalian Allah bisa lupakan itu dengan kehendak-Nya. Barangsiapa yang memberi atau bertaqwa, beramal sholeh, ibadah sholat, ibadah puasa, ibadah ramadhan dan lain sebagainya,

وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ

(الليل : ٦)

“dan ia mendengarkan apa – apa yang baik, mengikuti kebaikan” (QS. Al Lail : 6)

Alhamdulillah, hadir di majelis dzikir, hadir di majelis sana, hadir di majelis sini, ikut dzikir, ikut sholawat, ikut mendengarkan penyampaian – penyampaian, ada yang dari hadits – hadits Nabi, ada yang dari ayat – ayat alqur’an,

فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ

(الليل : ٧)

“akan Ku-beri kemudahan yang lebih didalam kemudahan” (QS. Al Lail : 7)

Sebaliknya

وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ

(الليل : ٨)

“barangsiapa yang kikir, kikir dengan harta, kikir dengan nasehat, kikir dengan ibadah, malas untuk ibadah, kikir terhadap diri kita untuk ibadah” (QS. Al Lail : 8)

wa staghna..aku tidak butuh dengan Allah.

وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ

(الليل : ٩)

“dan mendustakan hal – hal yang baik” (QS. Al Lail : 9)

Ngapain majelis ta’lim? nggak ada gunanya, ngapain ikut sholat tarawih? nggak ada gunanya, ngapain ikut – ikut do’a malam nisfu sya’ban? nggak ada gunanya.

فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰ

(الليل : .١ )

“Ku-mudahkan jalan mereka untuk kesulitan” (QS. Al Lail : 10)

Na’udzubillah! makin mudah menuju kesulitan.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Kita pilih jalan yang menuntun kita supaya makin dimudahkan menuju kemudahan yaitu jalan – jalan kebahagiaan yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad Saw. Rabbiy tuntunkan kami ke dalam kemudahan ,amin.

Sampailah kita hadits ini, dimana Rasul Saw bersabda “sesungguhnya diantara kalian itu (maksudnya kalian ini semua kalau wafat) ditunjukkan tempatnya setiap pagi dan sore, kalau dia penduduk surga ditunjukkan tempatnya (nanti di surga) kalau dia neraka ditunjukkan tempatnya di neraka”. Sekarang sudah ada percontohannya, kalau zaman dulu orang masih agak bingung. Kalau sekarang sudah ada percontohannya di televisi, kira – kira begitu. Pagi ia diperlihatkan surga, siang surga diperlihatkan lagi, lalu sore sorga diperlihatkan, siang surga lagi diperlihatkan, memang ahli surga tapi ahli neraka, siang neraka yang ia lihat, sore neraka lagi diperlihatkan, pagi sore pagi sore sampai hari kebangkitan.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Allah Swt berfirman 25.23 assyaithon..idza fakhsya wallah… sungguh Allah Swt berfirman syaithan itu mendorong kalian kepada kemiskinan. Miskin dhohir dan miskin bathin, kalau tidak keduanya. Bisa dia kaya raya tapi bathinnya miskin, makin takut dengan kayanya, makin kikir, makin jahat, makin licik, makin dijatuhkan semua teman – temannya, makin jauh dari Allah, makin jauh dari majelis dzikir. Ada yang digoda oleh syaithan untuk terjebak pada kemiskinan secara dhohirnya. Hadirin – hadirat, ini saya mengingatkan, kita kan banyak yang pedagang, diantara kita ada yang pelajar, pedagang, yang diluar lebih banyak kelihatannya. Coba dijaga hal – hal yang halal dalam usaha. Ini kabar yang sampai pada kita, tukang gorengan plastiknya ikut dimasukkan ke dalam minyak goreng supaya plastik mencair dan gorengannya lebih lama keringnya. Lebih lama keringnya, kalau gorengan minyak lain 1 jam atau ½ jam sudah lembek, kalau gorengan yang pakai plastik dimasukkan ke dalam minyaknya berjam – jam tetap kering. Cepat laku, tetapi menyebabkan kanker yang membahayakan bagi yang memakannya.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Hal – hal seperti ini layak dijauhi dan dihindari, itu makin hari bukan makin luas tapi lihat makin hari akan makin susah. Akhirnya usahanya nggak maju nanti ada aja masalahnya, entah dicuri orang, entah lain sebagainya.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Saya beri contoh mulia, salah seorang pedagang siomay disini, mungkin kalian sudah kenal “siomay qobul”. Dimana – mana majelis tiap malam hadir. Hari ini wafat, saudara kita yang kita cintai itu. Walaupun ia mungkin hampir tidak pernah masuk ke masjid untuk hadir majelis, tapi ia selalu dagang siomay di majelis kita. Dan kalau sudah mahal qiyam, ia berhenti berdagang untuk menghargai mahalul qiyam, marhaban untuk Nabi Muhammad Saw. Selesai acara kalau seandainya masih tersisa siomaynya, crew dipanggil “habisin..habisin..gratis semuanya” itu tukang siomay qobul terkenal, saya juga sering langganan. Wafat hari ini dalam keadaan yang sedemikian mulianya, usia masih 30 tahun, tidak pernah meninggalkan majelis, selalu berada di majelis dagang siomay qobul. sesudah selesai orang majelis baru dibuka dagangannya “qobul..qobul..”, katanya. Hadirin, wafatnya hari ini senin waktu dhuha tepat dengan saat wafatnya Sayyidina Muhammad Saw. Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, orang yang berdagang halal, malamnya selalu hadir majelis ta’lim, rumahnya dimana? babelan, bekasi. Dagangnya tiap hari di Majelis Rasulullah Saw. Dan tidaklah majelis selesai dan jika masih ada sisa dari dagangannya maka ia membagi bagikan pada para crew dg gratis saja. lihat Anugerah yang Allah berikan untuknya, wafat dalam husnul khotimah, amin. Tepat disaat wafatnya Nabi Muhammad Saw yang sangat didambakan oleh para Sahabat.

Kita lihat bagaimana Sayyidina Abu Bakar Asshidiq radhiyallahu anhum, ketika hari senin pagi subuh sudah sakit, riwayat Shahih Bukhari. Tanya kepada putrinya Aisyah, “wahai putriku Rasul Saw itu wafat hari apa?”, “senin”, berkata Sayyidatuna Aisyah radhiyallahu anha. “sekarang hari apa?”, “hari senin”, “berarti aku berharap tidak lama lagi”, betul saja sore harinya wafat Sayyidina Abu Bakar Asshidiq radhiyallahu anhum. Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, dan Sayyidina Abu Bakar Asshidiq bertanya “wahai putriku kain kafan kain putih ada berapa?”, “ada 3 cuma yang 1 kotor bekas kena kunyit, beli saja 1 lagi nanti kita beli kalau seandainya ayahku tenang”, maka berkata Sayyidina Abu Bakar Asshidiq yang hidup lebih berhak dengan kain yang baru daripada yang akan mati, cuci saja itu yang bekas kunyit. Untuk wafatku cukup 3 kain kafan. Hadirin – hadirat, mau dagang siomay, mau usaha tertinggi, tetap yang ia bawa 3 helai kain kafannya dan amal pahala dan dosanya.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Semoga kita semua wafat dalam husnul khotimah, panjang umur dalam afiah dan rahmat, amin allahumma amin.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Ada satu hal yang perlu saya sampaikan, tentang pertanyaan 2 kulah. Sering ditanyakan masalah 2 kulah. Air 2 kulah itu sebanyak mana sih? Air 2 kulah ini bingung orang dikira satu kolam besar airnya, jadi kalau masjid – masjid zaman dulu kan kolamnya besar, untuk wudhu rame – rame, dikira itu 2 kulah, bukan itu. 2 kulah itu 60cm panjang x lebar x tinggi. Jadi bak – bak kita dirumah itu rata – rata sudah memenuhi persyaratan 2 kulah, kecuali kalau baknya kecilan kurang dari 60cm panjang x lebar x tinggi. Hadirin – hadirat, jadi untuk mereka kalau wudhu dan mandi janabah, nggak usah bingung was – was kalau sudah 60cm panjang x lebar x tinggi diperkirakan.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Di satu kejadian demikian indahnya tuntunan Nabi kita Muhammad Saw. Di satu kejadian Imam Syafi’I jalan bersama Imam Hanbali, guru dan murid jalan berdua. Dalam perjalanan itu mereka berjumpa dengan seorang sholeh yang terkenal yaitu Syaiban arra’iy, shalihin dari kaum yg diridhai Allah Subhanahu Wa Ta’ala, orang yang sangat sholeh. Imam Ahmad bin Hambal berkata “wahai guru, kita silaturahmi pada Syekh Syaiban arra’iy ”, “boleh, cukup silaturahmi dan minta do’a, wahai muridku”, “boleh bertanya padanya, wahai guru?”, “jangan bertanya, jangan nanya orang yang seperti ini”, “kenapa?”, “kau sendiri nanti tahu akibatnya kalau bertanya, cukup minta do’a”. tapi Imam Ahmad bin Hanbal berangkat juga dan bersama Imam Syafi’i mendekat “Assalamu’alaikum”, “Wa alaikumsalam Warahmatullahi wabarokatuh”, “Syekh Syaiban, kami kemari minta do’a”, “sama – sama kita do’akan”, lalu Imam Hanbali melirik gurunya, Imam Syafi’i sudah lirik – lirikan, maksudnya mau apa? maka Imam Hanbali berkata “wahai Syekh Syaiban, kami sering mendengar namamu masyhur, tapi kami ingin tahu bagaimana hukum (maksudnya Imam Hanbali, ini orang apakah cuma sholeh doang ataukah ada ilmunya). “Bagaimana hukumnya kalau kau izinkan kami bertanya tentang hukum?”, “silahkan”, Syekh Syaiban menjawab, maka berkata imam hambali :“bagaimana hukumnya kalau orang lupa tahiyyat awal didalam sholat?”, maka berkata Syekh Syaiban “kau ingin jawaban atas madzhabmu atau madzhabku?”, berkata Imam Hanbali “apakah kau tahu madzhab aku juga?”, “coba kalau madzhabku dulu bagaimana? Kalau madzhabmu, harus sujud sahwi, sama dengan madzhab syafi’i, lalu berkata imam hambali : “kalau madzhab kamu?”, “madzhab saya orang yg lupa dalam shalat mesti puasa satu tahun!”, “kenapa?”, “lupa dengan sholat, setahun puasa..!, maka imam hambali tercenung..

Imam Syafi’i berkata “sudah kukatakan padamu jangan kau tanya, cukup minta do’a saja, kau malah bertanya, kau sendiri yang bertanya kau sendiri yang bingung”.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Hari ini adalah halaqah yang khatam, halaqatur rasul, nanti kita baca bersama – sama. Halaqah nomor 323 khatam, semoga dilimpahi Rahmat Allah Swt, siapa orangnya? Muhammad Nur dan temannya, semoga dalam rahmat dan keberkahan. Halaqah ini sudah khatam. Mana ni yang lainnya?, halaqahnya makin banyak makin banyak nggak ada yang khatam malah makin mundur ngajinya bukan makin maju kah? (dg nada canda).

Hadirin – hadirat, AlHabib Mushtofa AlMuhdar alaihi rahmatullah, ketika mendengar Robi’atul Adawiyah, ini wali wanita yang sholehah. Ia sudah menggali lubang kuburnya dan ia tiap hari mengaji didalam lubang kuburnya mengkhatamkan sampai 7000x alqur’an didalam lubang kuburnya, Robi’ah Adawiyah wanita sholehah. Habib Mushtofa Al Muhdhar berkata sejak baca cerita hikayat itu, nggak mau kalah, ia juga membaca sampai mengkhatamkan 8000 khatam alqur’an didalam lubang kuburnya sebelum wafatnya. Ketika ditanya “kau sampai 8000 wahai AlHabib Mushtofa Al Muhdhar?, beliau menjawab, bagaimana aku mau kalah dg wanita, kalau wanita saja bisa 7000X maka aku mesti lebih, maka kukhatamkan 8000X

Hadirin, kita gimana? yang akan di makam kita, di diri kita, di rumah kita, entah apa yang kita perbuat? Hadirin, terangi hari – hari kami dengan cahaya Allah Swt, semoga Allah Swt menerangi hari – hari kalian, semoga Allah menjaga hari – hari kita dengan kebahagiaan dunia dan akhirat.

فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا

Katakanlah bersama – sama……..

يَا اللهْ يَا اَللهْ يَا اللهْ

Satu – persatu kami mendengar wafatnya orang – orang yang kami kenal, akan datang waktunya kami pun akan menyusul, dalam keadaan apa kami wafat wahai Allah? Kau Yang Maha Mengetahui, pastikan dalam husnul khotimah. Seluruh wajah ini, seluruh kami yang hadir pastikan tidak melihat api neraka, jika datang waktunya hari kiamat maka dimunculkan neraka bagi yang melihatnya, pastikan kami tidak melihatnya wahai Allah, pastikan kami melihat-Mu saja Wahai Yang Maha Indah, jangan Kau jadikan kami buta dari melihat-Mu dan memandang kepada neraka-Mu, tapi jadikan kami tidak melihat neraka dan memandang sorga dan memandang keindahan Dzat-Mu. Beri kami kemudahan, beri kami penyelesaian diantara hadirin – hadirat ada yang terjebak hutang, selesaikan seluruh hutangnya dalam waktu dekat, ada yang terjebak masalah dan kesulitan, selesaikan kesulitan dan masalahnya dalam waktu dekat, ada yang bermasalah pada keluarganya, dalam rumah tangganya, selesaikan masalahnya dalam waktu yang segera, yang sekolah berikan kesuksesan dalam sekolahnya, yang dalam pekerjaan berikan kesuksesan dalam pekerjaannya, yang dalam perdagangan limpahi keberkahan dalam perdagangannya dan jauhkan dari hal – hal yang haram.

Bimbing kami pada keluhuran dunia dan akhirat, bimbing kami pada jalan kebahagiaan dunia dan akhirat, tunjukkan kami ke jalan yang terang dan lurus, jalan hamba – hamba yang dilimpahi kenikmatan dunia dan akhirat bukan jalan hamba – hamba yang sesat,

يَا اللهُ يَا رَحْمَنُ يَا رَحِيْمُ

Amankan wilayah kami, kota kami, bangsa kami, masyarakat kami, mulai gubernur tertinggi sampai masyarakat terendah limpahi hidayah kemuliaan terluhur, keberkahan, kemudahan ke seluruh muslimin barat dan timur

يَا اللهُ يَا رَحْمَنُ يَا رَحِيْمُ.. لَاإِلهَ إِلَّا الله

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites